Alergi Hewan Peliharaan

DokterSehat.Com – Alergi adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik.

doktersehat-wanita-punggung-gatal-merah-itchy-kulit-alergi-Pruritus-garuk-cacar-air

Alergi bisa dipicu dari berbagai faktor, salah satunya adalah hewan peliharaan. Alergi hewan peliharaan terjadi ketika sistem respon imun mengalami reaksi berlebihan ketika terpapar oleh protein bagian tubuh hewan seperti bulu. Binatang berbulu yang dapat menjadi sumber alergi antara lain kucing, anjing, tikus dan kuda.  Hewan  di pertanian, laboratorium atau di kebun binatang juga bisa mengganggu pada sebagian penderita alergi. Setelah tubuh mengembangkan antibodi penyebab alergi atau bahan alergen berupa sebuah protein hewani, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi. Ketika menghirup alergen atau bersentuhan dengan itu, sistem kekebalan tubuh merespon dan menghasilkan tanda dan gejala peradangan terutama di saluran napas.

Sampai saat ini belum terbukti terdapat binatang kucing tertentu atau anjing tertentu yang dapat menyebabkan alergi. Sebaliknya tidak ada jenis kucing atau anjing khusus yang tidak menyebabkan alergi. Bahkan binatang peliharaan yang berbulu pendekpun dapat menyebabkan alergi.

Tanda dan gejala  alergi hewan peliharaan antara lain:

  • Tanda alergi hewan peliharaan sering didominasi oleh gangguan hidung seperti bersin
  • Pilek
  • Gatal, merah atau mata berair
  • Hidung gatal, langit-langit mulut atau tenggorokan
  • Batuk
  • Pada penderita asma : Kesulitan bernapas, dada sesak atau sakit, suara mengi saat menghembuskan napas, sulit tidur disebabkan oleh sesak napas, batuk atau mengi, serangan batuk atau mengi yang diperburuk oleh virus pernapasan seperti pilek atau flu

Diagnosis
Untuk memastikan seseorang mengalami alergi hewan tidak mudah dan dalam praktek sehari-hari bahkan sangat sulit. Karena, manifestasi alergi terjadi karena banyak faktor yang berpengaruh.

Baca Juga:  5 Hal Kecil yang Bisa Anda Lakukan Saat Bercinta agar Berjalan Lebih Hebat

Langkah awal yag harus dilakukan untuk memastikan alergi binatang peliharaan adalah:

  1. Amati riwayat tanda dan gejala alergi yang timbul dengan cermat. Harus dilihat dengan seksama saat terjadi keluhan. Apakah keluhan selalu timbul setelah kontak dengan binatang dalam jarak dekat. Bila sebelumnya pernah tidak mengalami hal yang sama atau terjadi hanya saat tertentu saja maka sangat mungkin bukan alergi terhadap hewan.
  2. Bila keluhan tersebut tidak selalu timbul saat bersentuhan dengan hewan maka harus dicari penyebab lain. Penyebab lain bisa karena infeksi virus flu atau karena alergi penyebab lainnya seperti alergi makanan.
  3. Infeksi atau flu atau infeksi virus lainnya tidak harus mengalami demam, kadang tidak demam atau hanya badan hangat atau teraba sumer. Biasanya keluhan batuk, pilek, dan ingus keluar lebih banyak  dan lebih kental. Pada infeksi virus hari ke 3-7 kadang cairan ingus atau dahak kadang berwarna kuning atau hijau, tetapi pada awal encer seperti alergi.
  4. Bila terjadi gangguan saluran cerna yang menyertai atau sebelumnya sering mengalami gangguan fungsi saluran cerna maka harus dicermati bahwa gangguan alergi disebabkan karena alergi makanan. Gangguan saluran cerna yang terjadi adalah BAB sulit, tidak tiap hari, berak keras, dan ngeden, kotoran bulat seperti kotoran kambing. Atau sebaliknya mudah diare, berak sering cair, atau BAB 3 kali atau lebih perhari. Mudah mual, muntah atau nyeri perut, napas berbau, lidah sering kotor, putih atau berpulau, bibir kering dan mudah sariawan.
  5. Bila dalam mengenali riwayat alergi tersebut timbul selalu saat kontak dengan binatang dan dilakukan konfirmasi dengan tes kulit atau tes darah RAST debu binatang.