Alat Kontrasepsi Terbaik, Kontrasepsi Suntikan

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Doktersehat.com-  Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi suntik. Alat kontrasepsi dengan cara ini banyak dipilih oleh ibu-ibu di Indonesia dikarenakan cara kerjanya yang efektif dan cara pemakaiannya yang praktis, selain itu harganya juga lebih murah. Sebelum suntikan diberikan, terlebih dahulu ibu diperiksa kondisi badannya untuk memastikan kesehatan si ibu itu sendiri, dan memastikan kondisi ibu sedang dalam kondisi tidak hamil. Berikut adalah jenis dan cara kerja KB suntik:

Jenis KB suntik:

Kebanyakan alat-alat kontrasepsi yang digunakan di Indonesia adalah sebagai Berikut:

  1. Suntikan / bulan: contohnya cyclofem
  2. Suntikan / 3 bulan: contohnya depo provera,depogeston.

Setelah disuntikkan ke otot pantat, kemudian obat KB itu akan dilepaskan dari otot ke aliran darah. Cara kerja KB suntikan adalah sebagai berikut:

  1. Menghalangi ovulasi (masa subur)
  2. Mengubah lendir serviks (vagina) menjadi kental
  3. Menghambat sperma & menimbulkan perubahan pada Rahim
  4. Mencegah terjadinya pertemuan sel telur & sperma
  5. Mengubah kecepatan transportasi sel telur

Penggunaan cara ini juga menimbulkan efek samping yang akan dirasakan oleh pemakainya. Efek sampingnya di antaralain adalah:

Berat badan menjadi bertambah karena pengaruh  hormonal itu sendiri. Akan tetapi hormon itu juga berfungsi untuk mempermudah karbohidrat menjadi lemak. Dengan kata lain efek samping yang akan dirasakan adalah penumpukan lemak yang menyebabkan berat badan bertambah dan menurunnya gairah seksual.

KEUNTUNGAN
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sementara yang paling baik, dengan angka kegagalan kurang dari 0,1% pertahun (Saifuddin, 1996). Suntikan KB tidak mengganggu kelancaran air susu ibu (ASI), kecuali Cyclofem. Suntikan KB mungkin dapat melindungi ibu dari anemia (kurang darah), memberi perlindungan terhadap radang panggul dan untuk pengobatan kanker bagian dalam rahim.
Kontrasepsi suntik memiliki resiko kesehatan yang sangat kecil, tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri. Pemeriksaan dalam tidak diperlukan pada pemakaian awal, dan dapat dilaksanakan oleh tenaga paramedis baik perawat maupun bidan. Kontrasepsi suntik yang tidak mengandung estrogen tidak mempengaruhi secara serius pada penyakit jantung dan reaksi penggumpalan darah. Oleh karena tindakan dilakukan oleh tenaga medis/paramedis, peserta tidak perlu menyimpan obat suntik, tidak perlu mengingat setiap hari, kecuali hanya untuk kembali melakukan suntikan berikutnya. Kontrasepsi ini tidak menimbulkan ketergantungan, hanya saja peserta harus rutin kontrol setiap 1, 2 atau 3 bulan. Reaksi suntikan berlangsung sangat cepat (kurang dri 24 jam), dan dapat digunakan oleh wanita tua di atas 35 tahun, kecuali Cyclofem.

KERUGIAN
a. Gangguan haid. Siklus haid memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit, spotting, tidak haid sama sekali.
b. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu
c. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
d. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
e. Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang
f. Pada penggunaan jangka panjang dapat menurunkan densitas tulang
g. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala, nervositas, dan jerawat.

Sumber:yosefw.wordpress.com&www.scribd.com

 

Print Friendly
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Comments

  1. Tari

    Berarti tidak harus suntik lagi d0ng.apabila pada waktu kb haid

    Like or Dislike: Thumb up 0 Thumb down 0

Leave a Comment