Akupuntur Bisa Mengatasi Tangisan Bayi yang Tak Kunjung Berhenti

DokterSehat.Com – Menangis adalah hal yang biasa dilakukan oleh bayi saat merasa lapar atau ingin popoknya diganti karena sudah penuh. Hanya saja, terkadang bayi bisa menangis dengan sangat rewel dan tanpa henti dalam waktu yang lama. Andai bayi kita mengalami hal ini, maka besar kemungkinan bayi mengalami gejala kolik infantile.

doktersehat-bayi-rewel-nangis-sakit-perut-demam-flu

Pakar kesehatan menyebutkan jika kolik infantile adalah kondisi dimana bayi terus menangis dan tak mampu lagi dikendalikan atau dihentikan meskipun orang tuanya sudah melakukan berbagai macam hal. 40 persen bayi yang baru lahir bisa mengalami kolik ini dan biasanya akan cenderung membaik setelah usianya mencapai enam bulan. Meskipun bisa membuat orang tua stress dan lelah, kolik pada bayi ini bukanlah hal yang berbahaya bagi kesehatan sang buah hati.

Banyak orang tua yang mengaku kebingungan andai bayinya mengalami kolik. Beruntung, sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh pakar kesehatan dari Swedia bernama Kajsa Landgren dan Inger Hallstrom menghasilkan solusi untuk mengatasi kolik pada bayi. Solusi tersebut adalah dengan akupuntur.

Dalam penelitian ini, Landgren dan Hallstrom memperhatikan 147 bayi yang berada dalam empat pusat kesehatan. Para bayi ini kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dimana ada kelompok bayi yang mendapatkan metode akupuntur normal, ada kelompok bayi lainnya yang mendapatkan akupuntur intensif dan acupressure, dan kelompok bayi terakhir yang tidak mendapatkan terapi akupuntur sama sekali. Setelah dua minggu, diketahui bahwa bayi yang mencoba metode akupuntur ini mengalami penurunan frekuensi dan durasi tangisan dengan signifikan jika dibandingkan dengan yang tidak mendapatkannya sama sekali. Bahkan, bayi yang mendapatkan terapi akupuntur dan acupressure bisa menurunkan frekuensi dan durasi kolik dengan jauh lebih drastis.

Baca Juga:  Jangan Biasakan Anak Menangis Hingga Tertidur

Selain cara ini, pakar kesehatan menyarankan ibu untuk menimang bayi di dekat dengan mesin cuci yang menyala atau pengering rambut dengan harapan suara mesin tersebut mengalihkan perhatian bayi sehingga bisa menghentikan tangisannya. Hanya saja, kedua hal ini belum tentu manjur bagi setiap bayi dan membuat orang tua harus sangat bersabar untuk menangani bayinya.