Hindari 8 Aktivitas Ini Saat Anda Sedang Hamil

Doktersehat - Hamil
Photo Credit: Flickr.com/Sara Madden

DokterSehat.Com– Sebelum seorang wanita dinyatakan hamil, ia bebas melakukan apapun yang diinginkannya. Ketika dinyatakan positif hamil oleh dokter, wanita harus lebih berhati-hati dalam melakukan sejumlah aktivitas. Pada masa ini, tubuh ibu hamil lebih rentan dari sebelumnya.

Berikut ini beberapa aktivitas yang harus dihindari saat sedang hamil, di antaranya:

  1. Bersepeda

Olahraga ini bisa menyebabkan kontraksi dan tekanan yang berlebihan pada rahim. Risikonya bisa menyebabkan keguguran, namun saat memasuki trimester kedua ibu hamil boleh naik sepeda. Pada saat hamil, tubuh mengalami perubahan hormon yang mungkin menjadikan Anda lebih mudah mengalami cedera bila sendi terlalu meregang.

  1. Mengangkat beban berat

Selain mencederai punggung, mengangkat beban berat juga meningkatkan risiko bocornya air ketuban serta uterin prolaps (rahim melorot). Jika Anda terpaksa harus melakukannya, maka peluk benda tersebut hingga dekat dengan tubuh.

Setelah itu, perlahan tekuk kedua lutut dan jangan libatkan punggung atau memelintir tubuh selagi mengangkat. Bagi yang pernah mengalami keguguran, disarankan tidak mengangkat beban berat sama sekali.

Beberapa pakar kesehatan mengatakan, aktivitas yang menuntut ibu hamil mengangkat atau memindahkan benda yang sangat berat juga bisa memicu perdarahan, persalinan prematur, atau air ketuban pecah dini.

Hingga saat ini belum ditentukan batasan berat benda yang aman diangkat oleh ibu hamil. Sangat disarankan untuk menghindari aktivitas ini selama kehamilan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan

  1. Membersihkan kotoran kucing

Kotoran kucing merupakan habitat untuk parasit yang berbahaya bagi ibu hamil. Hal ini harus dihindari karena ibu hamil berisiko terinfeksi toksoplasmosis. Infeksi ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii.

Gejala infeksi parasit mungkin tidak dirasakan dan disadari pada awalnya, tetapi ibu hamil kemungkinan dapat mengalami keguguran atau bayi lahir dalam keadaan mati. Selain itu, jika bayi tetap dapat lahir dengan selamat, infeksi parasit dapat membuat bayi mengalami kejang atau menderita penyakit kejiwaan.

  1. Terlalu lama berdiri

Salah satu pekerjaan rumah tangga yang bisa membuat Anda berdiri dalam waktu lama adalah memasak. Sejumlah rangkaian proses seperti menyiapkan bahan hingga makanan siap disantap memaksa tubuh Anda untuk terus berdiri.

Meski begitu, hal ini tidak berarti membuat Anda tidak boleh memasak, hanya saja yang perlu ditekankan adalah jangan terlalu lama berdiri. Lakukan sambil duduk untuk menyiasatinya.

  1. Konsumsi daging yang tidak matang

Telur dan daging yang tidak dimasak hingga matang dapat membuat ibu hamil mengalami penyakit oleh bakteri listeria dan toksoplasma, serta keracunan makanan. Selain itu, ibu hamil juga dapat menghadapi kondisi kesehatan serius, yaitu keguguran atau bayi lahir cacat.

  1. Berendam air panas

Membenamkan tubuh dalam bak air panas saat dilanda kelelahan tentu sangat menenangkan. Sayangnya, teknik relaksasi ini harus dihindari selama hamil karena dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir dan infeksi (jika airnya tidak bersih). Suhu air yang disarankan biasanya adalah yang mendekati suhu tubuh ibu hamil.

  1. Hindari aktivitas di ketinggian

Jika sebelum hamil Anda senang membersihkan sejumlah benda yang menempel di langit-langit rumah, sepertinya kebiasaan ini harus Anda hindari saat sedang hamil. Hal ini guna menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan seperti terjatuh.

  1. Membersihkan dengan bahan kimia

Meski kebersihan adalah salah satu faktor pendukung untuk menjaga kesehatan janin, namun Anda juga harus waspada mengenai bahaya bahan kimia yang biasa digunakan untuk membersihkan lantai kamar mandi. Beberapa zat kimia yang ada di produk tersebut dapat membahayakan kondisi janin.

Gunakanlah pembersih alami dan bahan aman seperti soda kue atau cuka dan gunakanlah asam borat untuk membasmi serangga.

Nah, itulah beberapa aktivitas yang harus Anda hindarkan saat sedang hamil. Meski begitu, ibu hamil juga dituntut untuk terus aktif secara fisik karena hal itu dapat mencegah komplikasi, meningkatkan kualitas tidur, mengatasi mood dan mempermudah proses persalinan.