Akses Sanitasi dan Air Bersih Masih Rendah, Masyarakat Indonesia Rentan Terkena Penyakit Ginjal

DokterSehat.Com – Menteri Kesehatan Indonesia, Nila F Moeloek, baru-baru ini mengeluarkan sebuah fakta yang cukup meresahkan saat berkunjung di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Pada sebuah acara yang didukung oleh Program Air dan Sanitasi dari Bank Dunia dan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi atau Akkkopsi ini, beliau mengungkapkan jika masyarakat Indonesia masih mendapatkan akses penggunaan air besih dan sanitasi yang sangat rendah. Bahkan, menurut sebuah data, diketahui bahwa pada tahun 2015 saja, setidaknya 62 juta orang, dimana lebih dari separuh dari total jumlah tersebut berada di area pedesaan, ternyata belum memiliki akses sanitasi yang layak.

doktersehat-gagal-ginjal-akut-penyakit-Hidronefrosis-kanker

Menurut Ibu Menteri, karena masih rendahnya akses air bersih dan sanitasi ini, masyarakat masih memiliki resiko terkena berbagai macam penyakit, salah satunya adalah penyakit gagal ginjal. Sudah menjadi rahasia umum jika konsumsi air tak bersih ikut berperan dalam tingginya resiko gagal ginjal di tanah air selain adanya efek lanjutan dari penyakit diabetes dan hipertensi.

Menurut beliau, pada tahun kemarin saja, BPJS Kesehatan sudah mengeluarkan dana setidaknya Rp 3,4 Trilliun hanya untuk mengobati penyakit gagal ginjal bagi 3 juta pasien. Angka ini tentu sangatlah tinggi mengingat alokasinya hanya untuk pengobatan saja, bukan untuk pencegahan penyakit gagal ginjal ini. Melihat adanya fakta ini, Kementerian Kesehatan pun mulai bertindak melakukan peningkatan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat di berbagai tempat.

Salah satu cara peningkatan akses air bersih dan sanitasi adalah dengan melakukan sosialisasi pada masyarakat untuk tidak lagi buang air besar atau mencuci di sungai. Masih banyak masyarakat yang melakukan ini, baik itu di kota ataupun di desa sehingga air sungai pada akhirnya kotor dan mempengaruhi sumber air yang dipakai masyarakat untuk minum dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Nila F Moeloek pun berharap agar pada tahun 2019 nantinya, masyarakat Indonesia sudah bisa menikmati akses sanitasi secara menyeluruh sehingga resiko terkena berbagai penyakit, khususnya gagal ginjal bisa semakin ditekan.