Akibat Mengalami Ganguan Makan yang Sangat Parah, Pria Ini Sampai Memakan 40 Pisau!

DokterSehat.Com – Sebagian besar orang di dunia ini mengalami gangguan makan yang kadangkala tidak bisa kita pahami dengan nalar. Sebagai contoh, ada orang yang memuntahkan makanannya setiap kali selesai mengkonsumsi makanan, seenak apapun makanannya. Ada pula kasus anak yang hanya bisa memakan obat nyamuk bakar, bukan? Namun, Seorang pria di India mengalami gangguan makan yang luar biasa, yakni kesukaan dalam mengkonsumsi peralatan memasak rumah tangga. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-operasi-pisau

Pakar kesehatan yang berasal dari Corporate Hospital in Amritsar, India, yang bernama Dr. Jatinder Malhotra menyebutkan jka pasien ini sudah dikenal luas sebagai pemakan garpu. Diketahui, pria ini sudah mengkonsumsi logam yang seringkali berasal dari peralatan masak di dapur semenjak dua bulan terakhir, namun, entah mengapa dia tiba-tiba ingin mengkonsumsi pisau. Setelah beberapa waktu, pria ini mengalami sakit perut yang luar biasa dan harus dilarikan ke rumah sakit tempat Malhotra bekerja. Betapa terkejutnya dokter yang memeriksa perut sang pria ini dengan X-Ray dimana ada banyak sekali potongan besi. Setelah ditanya tentang apa saja yang telah dimakan, sang pria ini akhirnya mengaku telah memakan 40 batang pisau.

Meskipun terlihat tidak masuk akal, dalam dunia kesehatan ternyata mengenal hal ini sebagai gangguan makan yang disebut sebagai Pica. Sebagaimana pria ini yang suka memakan pisau atau anak pemakan obat nyamuk bakar, ada banyak penderita gangguan makan Pica yang bisa membuatnya suka memakan kertas, rambut, kaca, dan berbagai benda aneh lainnya. Yang mengerikan adalah, karena keinginan makannya yang tidak wajar, dikhawatirkan makanan yang dikonsumsi beracun atau sangat berbahaya layaknya yang terjadi pada pria dari India ini.

Baca Juga:  Benarkah Pubertas Dini Disebabkan Karena Konsumsi Ayam Berlebihan?

Memang, setelah dioperasi pria tersebut kembali stabil dan tinggal benar-benar memulihkan kondisi kesehatannya kembali. Namun, tetap saja masalah ini menjadi hal yang sangat menggemparkan bagi dunia kesehatan mengingat selera makannya yang sangat tidak biasa ini.