Akibat Macet, Semakin Banyak Warga Indonesia yang Sakit Jiwa

DokterSehat.Com– Semakin banyaknya jumlah penduduk Indonesia ternyata ikut berandil besar dalam munculnya berbagai permasalahan, termasuk dalam dunia kesehatan. Sebagai contoh, Menteri Kesehatan RI Prof. dr. Nila Moeloek, Sp. M, menyebutkan bahwa kini masyarakat tanah air cenderung mengalami peningkatan stress dengan signifikan.

doktersehat-menyetir-mobil-lelah

Dalam sebuah wawancara, Menkes menyebutkan bahwa jumlah penderita gangguan jiwa semakin banyak akibat dari tingkat stress yang meningkat. Hal ini ternyata juga ikut dipengaruhi oleh semakin padatnya populasi, khususnya di kota besar. Sebagai contoh, karena tingginya jumlah penduduk di perkotaan, maka semakin sering kita mengalami kemacetan di jalan raya. Meski terlihat sepele, hal ini meningkatkan stress pada tubuh dan pikiran dengan drastis. Padahal, gaya hidup masyarakat sudah cukup keras, khususnya di bidang perekonomian. Hal ini tentu akan berimbas buruk bagi kesehatan jiwa.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, disebutkan bahwa prevalensi gangguan mental dan emosional yang menyebabkan gejala seperti depresi dan kecemasan pada masyarakat tanah air dengan usia lebih dari 15 tahun sudah mencapai 6 persen. Angka ini setara dengan 14 juta orang. Bagi mereka yang sudah mengalami gangguan jiwa berat layaknya schizophrenia, jumlahnya bahkan sudah mencapai 400 ribu orang. Yang cukup mengenaskan adalah, 57 ribu orang setidaknya sudah pernah atau sedang dipasung oleh keluarganya akibat dari kondisi mentalnya yang dianggap bisa membahayakan orang lain.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang semua lapisan masyarakat mengerti betapa berbahayanya gangguan jiwa sehingga harus semakin baik dalam menata kembali kesehatan mentalnya. Sering-seringlah berolahraga, menikmati pemandangan alam, mendapatkan waktu yang berkualitas dengan keluarga, dan menyempatkan diri untuk refreshing agar tidak sampai terkena stress, depresi, dan gangguan jiwa lainnya.