Air Dengan PH Lebih Tinggi Apakah Benar Menyehatkan?

DokterSehat.Com – Marak beredarnya air alkali atau air dengan tingkat PH lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa di masyarakat saat ini yang mengatakan bahwa air dengan pH lebih tinggi atau biasa kita sebut air alkali lebih menyehatkan dibandingkan dengan air biasa karena air tersebut diklaim bahwa dapat memperlambat proses penuaan, meningkatkan energi, membantu orang dengan masalah kesuburan, membantu mengeluarkan racun-racun di dalam tubuh yang bersifat assam, mengatur tingkat pH tubuh Anda dan mencegah penyakit kronis seperti kanker. Apakah benar hal tersebut?

7190209429_529e3f07ca_o

Air alkali, juga disebut air terionisasi, memiliki pH lebih tinggi dari air biasa yaitu lebih dari 7. Cara yang npaling sering untuk membuat air dengan PH lebih tinggi adalah dengan air keran yang dimasukkan melalui sebuah mesin listrik yang biasanya mengalirkan air di atas pelat platinum dan titanium. Proses ini menyebabkan pertukaran sejumlah ion platinum dan titanium yang membuat air lebih basa secara ukuran pH nya. Mesin ini juga memiliki filter karbon yang pada umumnya untuk menghilangkan beberapa kotoran. Pada beberapa unit mesin, kita juga dapat menambahkan semacam bubuk putih yang membuat air lebih basa.

Karena air alkali memiliki tingkat pH yang lebih tinggi daripada air keran biasa, para peneliti mengatakan bahwa itu dapat menetralkan asam dalam aliran darah Anda, meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh Anda menyerap nutrisi lebih efektif. Beberapa bahkan mengatakan bahwa air alkali dapat membantu mencegah penyakit dan memperlambat proses penuaan. Namun, para peneliti belum diverifikasi klaim ini.

Beberapa studi menunjukkan bahwa air alkali dapat meperlambat mengeroposan tulang, akan tetapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah ini mempengaruhi kepadatan mineral tulang secara keseluruhan dan apakah manfaat terbut dapat berlaku untuk jangka panjang.

Baca Juga:  Apakah Kandungan Gula Dalam Buah Kurang Baik Bagi Kesehatan?

Akan tetapi beberapa peneliti lainnya menyebutkan bahwasanya PH dalam darah itu netral, apabila terjadi ketidakseimbangan asam basa dalam tubuh, organ tubuh yang meregulasi ketidakseimbangan tersebut adalah organ paru dan ginjal, bukan dari air yang diminum. Dijelaskan bahwa pH darah tidak dipengaruhi oleh minuman yang dikonsumsi. Secara medis, setiap minuman dan makanan yang dikonsumsi akan masuk ke dalam lambung. Di sana, makanan dan minuman akan bertemu asam lambung yang sangat kuat, dengan pH 2 hingga 3. Artinya, keluar dari lambung makanan dan minuman yang sudah dicerna akan bersifat asam. Makanan dan minuman tersebut kemudian akan turun ke usus. Dan pH-nya akan menjadi netral. Hasil proses pencernaan inilah yang akan diserap oleh tubuh. Jadi, air dengan PH lebih tinggi daripada air biasa tidak memiliki efek pada tubuh, tidak berbahaya akan tetapi tidak memiliki pengaruh apa-apa.