Agar Tidak Mudah Terkena Dehidrasi Selama Berpuasa

DokterSehat.Com – Salah satu godaan yang paling besar saat melakukan ibadah puasa adalah dalam menahan haus. Bagaimana tidak, kita tidak mendapatkan asupan cairan sedikitpun hingga matahari terbenam dan harus melalui siang hari yang seringkali bercuaca cukup panas dan menyengat. Hal ini tentu akan membuat kita beresiko terkena dehidrasi. Kita pun harus pandai-pandai mengatur konsumsi cairan agar kita tidak mengalami dehidrasi selama berpuasa.

doktersehat-minum-air-putih-sehat

Pakar kesehatan dr. Maya Setyawati menyebutkan jika secara umum, cairan tubuh yang dibutuhkan saat bulan puasa ataupun di bulan-bulan lainnya sebenarnya sama saja. Hanya saja, karena kita dibatasi untuk makan dan minum hanya saat malam hari, maka kita tentu harus melakukan cara khusus  untuk memenuhi cairan tubuh, khususnya saat berbuka puasa atau saat melakukan santap sahur.

Dr. Maya mengingatkan jika asupan 8 gelas air per hari tetaplah harus dipenuhi dan kita bisa mendapatkannya dengan cara meminum satu gelas air saat berbuka puasa, dua atau tiga gelas air putih saat santap sahur, dan sisanya dibagi saat malam hari sebelum tidur. Hanya saja, ingatlah pula agar kita tidak membebani organ-organ tubuh, khususnya organ pencernaan dan ginjal dengan cara mengkonsumsi air dengan jumlah yang sangat banyak dalam waktu yang cenderung berdekatan.

Selain itu, dr. Maya juga mengingatkan kita untuk tidak terlalu menggantukan asupan cairan tubuh hanya dari air putih saja. Makanan juga bisa memberikan asupan cairan bagi tubuh, khususnya makanan berkuah layaknya sup atau bahkan buah-buahan layaknya semangka, melon, atau bahkan nanas yang akan sangat nikmat dikonsumsi saat berbuka puasa.

Ingatlah juga agar tidak mengkonsumsi air dingin secara langsung saat berbuka puasa. Pakar kesehatan dari divisi Gastroenterologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bernama Ari Fahrial Syam menyebutkan jika kita langsung meminum air dingin, tubuh akan kesulitan menyesuaikan suhu air dingin dengan suhu normal tubuh sehingga kita akan lebih lama mengembalikan energi yang hilang selama berpuasa. Alih-alih air dingin, asupan air hangat justru lebih disarankan saat berbuka puasa.