Agar Ayah dan Anak Tetap Dekat Secara Emosional Meski Jarang Bertemu

DokterSehat.Com – Tidak semua ayah cukup beruntung untuk bisa bertemu dengan istri dan anaknya setiap hari. Tuntutan profesi bisa membuat seorang ayah harus bekerja jauh dari keluarganya dan baru bisa kembali ke rumah seminggu sekali, beberapa minggu sekali, atau bahkan sekali dalam beberapa tahun. Banyak orang yang berkata jika hal ini bisa mempengaruhi kedekatan emosional antara ayah dan anak, khususnya jika sang buah hati masih berada dalam masa pertumbuhan. Lantas, apakah ada cara agar secara emosional ayah dan anak bisa tetap dekat meskipun mereka jarang bertemu?

doktersehat-renang-keluarga

Saat anak mulai mengerti banyak hal, kedua orang tua, baik ayah maupun ibu sebaiknya memberikan penjelasan terbaik pada anak mengenai kondisi ayahnya yang jarang ke rumah. Anak biasanya akan mengerti jika ayah harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, khususnya bagi sang anak. Memang, anak dan ayah bisa mengalami rasa rindu yang sangat mendalam, apalagi jika sang ayah harus pergi hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun lamanya. Namun, anak juga harus dibiasakan untuk menikmati keadaan ini, asalkan, komunikasi dengan ayah tetap terjaga. Meskipun terlihat sepele, hubungan komunikasi baik itu via telepon, sms, atau bahkan lewat media sosial yang sangat mudah sekarang ternyata bisa berarti besar bagi kedekatan emosional ayah dan anak. Bagaimana tidak, anak pun tidak pernah merasa jauh dari ayahnya karena komunikasi ini.

Kunci untuk menjaga kedekatan emosional antara ayah dan anak berikutnya adalah memaksimalkan waktu saat ayah berada di rumah. Alih-alih hanya beristirahat atau bahkan menemui kawan-kawan, ayah sebaiknya memberikan waktu berdua dengan anaknya, khususnya jika anak memiliki hobi tertentu. Sebagai contoh, ayah bisa mengikuti atau menemani sang anak jika sang anak ikut pertandingan olahraga atau sekadar makan di tempat favorit sang anak. Hal ini bisa membuat kehadiran ayah selalu dinanti oleh sang anak dan kedekatan emosional mereka juga tetap terjaga.

Baca Juga:  Membedakan Anemia dan Tekanan Darah Rendah

Jika memungkinkan, cobalah untuk memberikan waktu untuk berlibur bersama sekeluarga. Tak perlu jauh-jauh, liburan di tempat kakek-nenek atau bahkan hanya berekreasi di kebun binatang atau tempat permainan air setempat bisa membuat hubungan emosional antara ayah dan anak semakin baik. Ayah pun tidak akan ragu lagi untuk bekerja dengan keras demi anak dan istrinya, sementara itu, secara psikologis, perkembangan anak pun akan tetap berjalan dengan baik karena curahan perhatian dari kedua orang tuanya.