Agar Anak-Anak Yang Mau Berpuasa Tetap Sehat

DokterSehat.Com – Menjelang bulan yang sangat disucikan oleh kaum muslim sedunia, yakni bulan Ramadhan, banyak orang yang sudah melakukan persiapan dengan baik untuk menyambut bulan suci ini. Kebanyakan orang akan berpikir tentang mulai mengubah pola tidur atau bahkan pola makan agar bisa kuat seharian melakukan ibadah puasa. Sebagian orang lain bahkan sudah mempersiapkan anak-anaknya agar mulai melakukan ibadah yang akan cukup berat ini. Apakah ada cara yang efektif dan sehat agar anak-anak bisa mulai berpuasa?

doktersehat-anak-makan-sayur-wortel-bayam

Pakar kesehatan dan gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Marya Haryono. Mgizi, SpGK berkata jika anak-anak memang sebaiknya mulai diajari untuk berpuasa pada bulan suci ini. Hanya saja, ingatlah bahwa orang tua juga tidak bisa langsung memaksanya. Perhatikan usia sang buah hati, apakah Ia akan kuat melakukannya atau tidak. Selain itu, orang tua juga harus memberikan pengertian atau bahkan contoh terlebih dahulu agar anak pun menyambut bulan puasa dengan gembira dan mau berpuasa.

Beberapa orang tua mulai mengajari anaknya untuk berpuasa setengah hari jika usianya masih kecil dan seiring dengan bertambahnya usia, anak bisa melanjutkannya dengan puasa sehari penuh. Hanya saja, jika anak sedang sakit, jangan dipaksakan untuk berpuasa karena bisa jadi sakitnya akan bertambah parah.

Dr Marya juga menekankan pentingnya pemilihan menu makanan saat bulan puasa karena akan mempengaruhi stamina dan energi yang dipakai saat kita tidak makan dan minum seharian, khususnya bagi anak-anak. Selain kreatif dalam memilih dan membuat masakan, orang tua juga memparhatikan asupan saat sahur dan berbuka. Ingat, hanya karena tidak makan seharian, bukan berarti kita menambah asupan karbo atau bahkan lemak. Pastikan dalam setiap sahur atau berbuka kita mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan tidak melupakan sayuran dan buah-buahan. Ingatlah pula agar tidak terlalu sering memberikan sang buah hati minuman atau makanan manis saat berbuka karena dikhawatirkan hal ini bisa memicu kenaikan gula dalam darah yang bisa berimbas buruk bagi kesehatannya.