Adam Fabumi, Bayi Penderita Trisomy 13 Meninggal Dunia

DokterSehat.Com– Adam Fabumi, bayi yang dilahirkan pada bulan April 2017 lalu, akhirnya meninggal dunia. Penyakit langka ini memang membuat Adam memiliki kromosom ekstra yang memicu beberapa kelainan baik itu pada fisik ataupun mentalnya.



Photo Credit: Wanita Indonesia

Selain penyakit Trisomy 13, Adam ternyata juga mengidap penyakit sindrom Dandy Walker sejak usianya 5 bulan di dalam kandungan. Sindrom ini membuatnya mengalami kelainan pada perkembangan otak, khususnya dalam hal tidak terbentuknya saluran pembuangan cairan otak pada kepalanya. Tak hanya mempengaruhi otak, kondisi ini juga membuat jantungnya mengalami kebocoran sebesar 3,5 mm.

Penyakit Trisomy 13 atau yang juga dikenal sebagai sindrom Patau ini muncul karena adanya kromosom ke 13 yang tidak berpasangan akibat tidak terjadinya persilangan antar kromosom. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara 2000 hingga 2011, penyakit ini menyerang 1 dari 8 ribu hingga 12 ribu bayi yang terlahir di Amerika. Yang menjadi masalah adalah, 9 dari 10 bayi yang terlahir dengan kondisi ini meninggal dunia di tahun pertama kehidupannya. Sementara itu, hanya 5-10 persen yang mampu bertahan hidup lebih dari 1 tahun namun harus memiliki kecacatan fisik layaknya pada wajah, ginjal, jantung, hingga adanya tambahan jari atau kaki dengan ukuran yang sangat besar dan berbagai gangguan neurologis lainnya.

Hingga saat ini, penyebab munculnya penyakit Trisomy 13 masih belum diketahui secara pasti. Hanya saja, penyakit ini sama sekali bukan disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Selain itu, penanganan khusus pada bayi penderita Trisomy 13 juga masih belum ditemukan. Alhasil, dokter biasanya hanya memastikan bayi berada dalam kondisi yang nyaman dan mendapatkan kecukupan asupan nutrisi.

Rabu, 22 November 2017, Adam Fabumi akhirnya berpulang. Sang perawat yang setiap hari menjaga Adam, Watie, menyebut Adam sebagai bayi yang kuat karena mampu melewati masa-masa kritis di ruang NICU rumah sakit.