Ada Kaitan Erat Antara Daging merah dan Kanker Usus

DokterSehat.Com – Sudah menjadi rahasia umum jika pola makan memiliki pengaruh yang besar pada kesehatan tubuh kita. Pakar kesehatan pun sudah berkali-kali memberikan saran pada kita untuk menerapkan pola makan yang sehat dengan gizi yang seimbang. Hal ini dikarenakan ada kaitan erat antara pola diet seseorang dengan resiko terkena kanker usus. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Oxford University menunjukkan fakta-fakta ini. Yang menarik adalah, mereka yang mengkonsumsi makanan layaknya daging merah dan daging olahan ternyata memiliki resiko tinggi terkena kanker usus.

doktersehat-kanker-usus-besar-stroke-Kolitis-Iskemik-nyeri-dada-Inkontinensia-Usus

Penelitian ini sendiri melibatkan setidaknya 5.000 pria dan wanita dengan usia paruh baya. Para partisipan ini diteliti pola makan hariannya dan kemudian dipelajari apakah pola makan ini ada kaitannya dengan rasio kanker usus. Hasil dari penelitian adalah, andaipun kita hanya menyantap daging steak dengan ukuran 10 ons atau sekitar 284 gram seminggu sekali, ternyata 42 persen pria dan wanita masih mungkin memiliki resiko mengembangkan penyakit kanker usus.

Pakar kesehatan menyebutkan jika batasan aman untuk mengkonsumsi daging merah atau daging olahan hanyalah 70 gram saja. WHO bahkan telah menetapkan batasan konsumsi daging yang aman ini sebelumnya. Jika kita mengadopsi batasan ini, maka paling aman kita hanya mengkonsumsi satu batang sosis, dua potong daging ham, atau dua rasher daging bacon. Jika kita mengkonsumsi daging steak atau daging yang ada di dalam burger, ukuran dagingnya sudah melampaui batasan aman ini 3 kali lipat.

Sebagai informasi, kanker usus terlibat dalam kematian 16.000 orang di Inggris setiap tahunnya dan dinobatkan sebagai penyakit pembunuh tertinggi ke dua disana. Karena alasan inilah, National Health Service dari Inggris menyarankan setiap orang untuk menata kembali pola makannya agar lebih sehat dimana setidaknya ada lima porsi buah dan sayuran dikonsumsi setiap harinya dan mulai mengurangi konsumsi daging-dagingan.