Ada Baiknya Ibu Hamil Memenuhi Asupan Asam Folat Demi Mencegah Kecacatan Pada Bayinya

DokterSehat.Com – Salah satu hal yang harus dilakukan oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatan kehamilannya adalah dengan menjaga pola makan yang sehat dan kaya akan kandungan gizi. Salah satu kandungan gizi yang sebaiknya dipenuhi oleh ibu hamil adalah asam folat. Bagaimana tidak, asupan asam folat akan berpengaruh pada kecerdasan anak. Selain itu, jika ibu hamil kekurangan asam folat, maka dikhawatirkan Ia akan melahirkan bayi yang mengalami kecacatan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-ibu-hamil-kehamilan-makan-bergizi

Pakar kesehatan dr. Boy Abidin, SpOG(K) menyebutkan jika ada resiko besar bagi ibu hamil yang kekurangan asupan asam folat, yakni kecacatan yang disebut sebagai neural tube defect (NTD), sebuah kondisi dimana penutup tabung saraf tidak tertutup dengan sempurna. Jika hal ini terjadi, maka kinerja saraf dan juga otak pun bisa terganggu sehingga perkembangan fisik ataupun kecerdasan anak pun tidak akan maksimal. Dengan konsumsi asam folat dengan cukup, ibu hamil bisa menurunkan resiko melahirkan bayi yang cacat hingga 50 sampai 70 persen.

Mengapa asam folat begitu penting bagi perkembangan bayi di dalam kandungan? Dr. Boy menyebutkan jika ibu hamil memang harus memenuhi asupan gizi ini  sebelum atau bahkan saat kehamilan berlangsung, apalagi jika wanita yang hamil ternyata berusia di atas 35 tahun, usia dimana kualitas sel telur atau oosit sudah mengalami penurunan dengan signifikan. Dengan asupan asam folat yang cukup, maka kualitas sel telur pun bisa menjadi lebih baik sehingga lebih siap untuk dibuahi sekaligus menurunkan resiko anak yang dilahirkan mengalami kecacatan.

Asam folat sendiri sebaiknya dikonsusi sebanyak 0,4 hingga 0,8 miligram setiap harinya oleh ibu hamil. Beruntung, asam folat bisa didapatkan dari makanan sehari-hari layaknya jeruk, bayam, pisang, brokoli, anggur, hingga asparagus. Hanya saja, konsumsi asam folat juga tidak boleh berlebihan karena bisa berpegaruh pada naiknya resiko anak yang mengalami autisme setelah dilahirkan.