Acarbose – Dosis, Indikasi, dan Kontraindikasi

Nama: Acarbose
Golongan: Antidiabetes, inhibitor alfa-glukosidase
Merk Dagang: Precose
Tersedia dalam bentuk tablet: 25mg, 5 mg, 100mg

acarbose-doktersehat

Acarbose adalah obat anti-diabetes yang digunakan untuk merawat diabetes melitus tipe 2, dan pada beberapa negara, digunakan sebagai obat prediabetes.

Acarbose digunakan dengan menggabungkan diet yang tepat dan program latihan untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada diabetes melitus tipe 2.
Dengan mengontrol kadar gula darah, penderita dapat terhindar dari kerusakan ginjal, kebutaan, kerusakan sistem saraf, dan gangguan fungsi seksual.

Dosis dan Indikasi
Untuk Diabetes Tipe 2:

  • Dosis awal: 25 mg peroral diminum setiap 8 jam ketika makan (gigitan pertama makanan yang dimakan, lalu obat diminum)
  • Dosis dapat dinaikkan sampai 50 atau 100 mg peroral setiap 8 jam dengan jarak 4–8 minggu berdasarkan nilai gula 1 jam setelah makan atau kadar hemoglobin glikosilat (HbA1c), atau nilai tes toleransi glukosa oral sesuai anjuran dokter

Dosis maksimum:

  • Pasien dengan berat badan <60 kg: 50 mg setiap 8 jam
  • Pasien dengan berat badan >60 kg: 100 mg setiap 8 jam

Penggunaan:
Untuk diabetes melitus tipe 2, terapi tunggal atau digabung dengan pengobatan sulfonilurea.

Efek samping
Dengan frekuensi kejadian >10%

Laporan yang didapat setelah obat dipasarkan:

  • Gastrointestinal: Hepatitis fulminan dengan outcome yang fatal, ileus/subileus (gangguan pada peristaltik usus halus), jaundice dan/ atau hepatitis, dan gangguan hepar terkait
  • Reaksi hipersensitivitas kulit: ruam, eritema, eksantema, dan urtikaria
  • Edema
  • Trombositopenia
  • Pneumatosis cystoides intestinalis

Kontraindikasi

  • Tercatat ada riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap acarbosa
  • Ketoasidosis diabetikum, sirosis, penyakit usus inflamasi, ulserasi kolon, sumbatan intestinal parsial atau berisiko mengalami sumbatan parsial, gangguan penyerapan di saluran pencernaan
Baca Juga:  Waspadai Debu dan Asap Penyebab Beriliosis

Peringatan

  • Tidak ada penelitian klinis tentang bukti penurunan risiko makrovaskuler dengan acarbosa atau obat antidiabetes lainnya
  • Penggunaan bersamaan dengan sulfonilurea atau insulin berisiko terjadi hipoglikemia; tangani hipoglikemia dengan glukosa oral (dekstrosa) dan jangan sukrosa

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: Kategori B.

Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: Secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B: Mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: Digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: Digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: Jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: Tidak ada informasi

Tidak direkomendasikan pada ibu menyusui karena belum ada data mengenai apakah obat memasuki ASI atau tidak.