Abortus Bukanlah Solusi Terbaik

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 12 - 06 - 2007 | 4 komentar

Praktik abortus provocatus atau pengguguran kandungan dengan sengaja yang dilakukan kaum perempuan di Indonesia kian merebak. Padahal, aborsi merupakan tindakan yang dilarang hukum, bahkan agama. Sebab, aborsi itu sama dengan perbuatan malapraktik pembunuhan atas bayi yang dikandung dari rahim seorang wanita.

Terkadang keinginan aborsi ditimbulkan karena perempuan hamil di luar nikah atau mungkin dia telah diperkosa. Itu semua tak lain merupakan akibat pergaulan bebas. Daripada malu kepada orang tua, keluarga, dan lingkungannya, mereka pun akhirnya terpaksa melakukan praktik aborsi.

Menurut Dokter Boyke, praktik aborsi dilakukan dengan beberapa macam teknik. Pertama, teknik adilatasi dan kuret. Sebuah alat dimasukkan untuk memperlebar lubang leher rahim. Kemudian, janin yang hidup itu dilepaskan dari dinding rahim, dicabik kecil-kecil menggunakan alat yang tajam, dan dibuang ke luar.

Kedua, teknik sunction. Teknik ini dilakukan dengan memasukkan sebuah tabung ke dalam rahim yang menyedot janin ke luar. Janin tercabik menjadi potongan kecil dan dimasukkan ke dalam sebuah botol.

Ketiga, teknik salt poisoned. Cara ini dilakukan pada janin berusia lebih dari 16 minggu, ketika sudah cukup banyak cairan yang terkumpul di sekitar bayi dalam kantong anak sehingga sulit memasukkan alat karena ruang gerak bayi semakin menyempit.

Keempat, teknik histerotomi. Pengguguran bayi dilakukan ketika kandungan berumur lebih dari enam bulan. Cara ini menggunakan sebuah alat bedah yang dimasukkan melalui dinding perut. Bayi kecil itu kadang langsung dibunuh dengan menggunakan teknik pil bunuh (Pil Roussell-Uclaf/RU-486).

Kelima, teknik prostaglandin, yang merupakan cara terbaru. Teknik ini menggunakan bahan-bahan kimia yang mengakibatkan rahim ibu mengerut sehingga bayi yang hidup itu mati dan terdorong keluar.

Melihat kelima proses aborsi tersebut, apakah kita tidak pernah miris melihat bayi yang ada dalam kandungan diaborsi, bayi yang sangat rentan tulang rawannya, yang lembut, dan ringkih. Haruskah dia dibunuh dengan cara ditusuk dan diremukkan dalam kandungan. Kemudian, sebuah alat dimasukkan untuk memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian kecil agar mudah dikeluarkan.

Beberapa potongan bayi lalu dikeluarkan satu per satu dari kandungan. Kemudian, potongan itu disusun kembali untuk memastikan lengkap dan tidak tersisa di dalam rahim. Lalu, potongan itu dibuang ke tempat sampah atau sungai, bahkan dikubur di tanah. Betapa kejamnya mereka. Ya Tuhan, ampuni jiwa-jiwa tak berdosa yang berada di tangan para algojo aborsi itu. Sungguh, aborsi yang dilakukan kaum perempuan yang dalam keadaan putus asa itu merupakan perbuatan biadab dan tidak bermoral.

Aborsi sangat mungkin berimplikasi negatif bagi perempuan yang pernah melakukannya. Mereka akan menderita beberapa penyakit kanker. Seperti, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker indung telur, kanker hati, infeksi rongga panggul atau yang disebut pelvic inflammatory disense atau endometrosis. Mereka juga akan mengalami kelainan pada ari-ari yang disebut placenta previa, yang akan menyebabkan cacat pada anak dan perdarahan hebat pada saat kehamilan atau tidak memiliki anak lagi secara permanen atau ecotopic pregnancy. Mereka akan mengalami post abortion syndrome (PAS) atau mimpi buruk.

Karena itu, kesadaran kaum perempuan untuk antiaborsi harus ditumbuhkan sejak dini. buy antibiotics online Sebab, praktik aborsi jelas membahayakan diri sendiri dan si bayi yang masih berada dalam kandungan.

Sementara itu, langkah-langkah yang lebih signifikan untuk menghentikan tindak kejahatan aborsi juga harus dilakukan.

Pertama, menumbuhsuburkan kesadaran antiaborsi terhadap para dokter di seluruh Indonesia agar mereka selalu mencegah aborsi yang kini begitu tinggi. Dokter memiliki peran dan fungsi sangat besar dalam praktik aborsi. Sebab, di tangan para dokter itulah aborsi bisa terlaksana dengan cara sistematis.

Sesungguhnya, sangat tidak pantas seorang dokter membunuh kehidupan insan. Praktik membunuh itu merupakan kontradiksi bagi profesi medis.

Kehidupan insani yang mulai berkembang haruslah dipelihara. Janganlah digugurkan!

Kedua, dukun, disadari atau tidak, juga sangat berperan dalam menambah praktik pengguguran kandungan. Karena itu, dibutuhkan kesadaran dan tanggung jawab moral yang tinggi bagi para dukun untuk tidak menerima dan melakukan praktik aborsi terhadap pasien dan klien mereka.

Jadi, sikap antiaborsi harus dimiliki para dokter, dukun, dan terutama kaum perempuan. Masyarakat pun harus saling mengingatkan bahwa aborsi bukanlah solusi terbaik untuk menghindari rasa malu.

Melakukan aborsi merupakan bagian dari praktik pembunuhan (murder) terhadap embrio-embrio bayi yang tak berdosa. Bahkan, aborsi hanya akan membuat masalah dan menambah penderitaan bagi diri sendiri dan keluarga. Ingat sekali lagi, melakukan aborsi sama dengan menambah noda hitam dalam sejarah kehidupan kaum wanita. Waspadalah!

Konstributor:Syahrul Kirom, mahasiswa jurusan Aqidah dan Filsafat, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=289498

92915702abortion0801kb2 Abortus Bukanlah Solusi Terbaik

Dokter Sehat

VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 0 (from 0 votes)




Artikel Sejenis

4 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    gimana sech itu ????
    Kok bisa jadi seperti itu \???
    Saya jadi bingung, Kenapa kok tega orang – orang yang tak bermoral membunuh titipan tuhan yang maha esa ???
    Di luar sana masih banyak yang merindukan titpan tuhan yang sepurna seperti itu, kok malah di bunuh.
    Walaupun itu perbuatan yang haram, tapi seharusnya tak begitu!!!!!!

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 3 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar
    Bintang Roy Says:
    February 6th, 2009 at 5:33 pm
    comment-top

    allow, serem bgt yah zaman skarang masih aja ada yg sprt ini
    walau gue cowo tp hal seperti ini menjadi plajaran yg sgt berharga buat kita semuanya. ya mudah2an gak ada lg yg sprt ini walau itu kayanya gak mungkin krn brbagai kpentingan, aku juga dulu punya mantan cewe di subang, ternyata dia ada main diblakangku and dia hamil, krn gak distujuin ma ortunya scra diam2 menggugurkan janin tsb, bahkan ortunya yg menganjurkan hal tsb, kisah nyata bgt yg aku alami
    bintangroy11@yahoo.com

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 1

    comment-bottom
  3. avatar
    IMAM as- SYATRIO Says:
    March 2nd, 2009 at 11:04 pm
    comment-top

    INI MANUSI IBLIZ, PENJAHAT KEHIDUPAN……….PEMBUNUHAN TERHADAP CALON2 MANUSIA DI BUMI…..INI JELAS ORANG YANG MELAKUKAN INI TERJADI GANGGUAN PSIKOLOG ALIAS EDAN ALIAS KENTIR ALIAS GEMBLUNG

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    semua itu emank perbuatan keji,
    tapi…
    skrang aq di posisi tsb, aq pusing, dn aq gk siap mennggung malu di keluarga aq.
    aq pengen besarin tpi cwo’ ku gk mau krna dia msh kul. dn blm pny penghsilan.
    aq binggung haruskh aq aborsi, atau bunuh diri aja??
    entahlah..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar

Improve the web with Nofollow Reciprocity.