Aborsi Ternyata Tidak Menimbulkan Depresi Atau Trauma Pada Wanita

DokterSehat.Com – Aborsi adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk menggugurkan kandungan andai usia kehamilan belum mencapai 20 pekan. Meskipun kerap dianggap sebagai tindakan yang negatif karena kerap dilakukan oleh wanita yang tidak menginginkan anak, dalam realitanya banyak wanita yang perlu melakukannya demi kebutuhan kesehatan atau bahkan kelangsungan hidup sang ibu. Telah banyak penelitian yang mempelajari aborsi ini dan ada sebuah fakta yang cukup menarik dimana ternyata aborsi ternyata tidak menimbulkan depresi atau trauma bagi wanita. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-Depresi-Postpartum-Baby-Blue-Syndrome-Skizofrenia

Banyak orang yang berpikir jika dengan menggugurkan kandungan, ibu akan mengalami depresi karena merasa sedih harus merelakan buah hatinya yang sudah Ia jaga sepenuh hati. Namun, dari sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat selama lima tahun dan melibatkan 1.000 wanita yang pernah mengalami aborsi, diketahui bahwa aborsi tidak membuat mereka terlalu larut dalam trauma psikologis atau mengalami gejala depresi.

Katie Watson, pakar kesehatan yang berasal dari Fakultas Kedokteran yang ada di Northwestern University menyebutkan jika rasa sedih atau depresi hanya akan berlangsung paling lama enam bulan saja. Banyak wanita yang kemudian tidak terlalu memikirkannya dan melanjutkan hidupnya kembali seperti biasa. Memang, ada beberapa wanita yang bisa mengalaminya hingga satu tahun, namun tetap saja wanita-wanita yang berpengalaman melakukan aborsi ini bisa move-on dan tak lagi bersedih.

Penelitian yang hasilnya dirilis dalam jurnal JAMA Psychiatry menyebutkan jika wanita yang mengalami depresi atau trauma biasanya adalah yang tidak menginginkan aborsi namun terpaksa melakukannya karena faktor kesehatan.

Watson menyebutkan jika adanya fakta penelitian ini justru menunjukkan betapa hebatnya kekuatan mental wanita dalam menghadapi hal-hal memilukan layaknya aborsi ini. Ia pun berharap agar para wanita menyadari akan kekuatan mental mereka sehingga akan lebih baik dalam menghadapi berbagai masalah di masa depan.