9 Jenis Olahraga Menyenangkan Ini Bisa Menunda Kematian, lho!

DokterSehat.ComOlahraga niscaya bisa membantu Anda hidup lebih baik, tapi bagaimana? Adakah aktivitas tertentu yang lebih baik dari yang lain?

doktersehat-renang-olahraga

Sebuah studi yang diterbitkan di BMJ menunjukkan bahwa olahraga dapat mengurangi risiko kematian Anda dari masalah terkait kardiovaskular seperti penyakit jantung atau stroke, dan ada beberapa aktivitas yang mungkin lebih bermanfaat daripada yang lain.

“Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik itu baik untuk kesehatan kita. Tapi (Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO) merekomendasikan aktivitas fisik generik, tanpa spesifik. Kami tertarik pada bagaimana olahraga dapat berkontribusi pada kesehatan dan bagaimana disiplin olahraga yang berbeda dapat bermanfaat bagi kesehatan,” jelas Dr. Pekka Oja, dari UKK Institute for Health Promotion Research di Finlandia.

Oja dan timnya ingin memperluas studi yang ada mengenai manfaat latihan. Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada manfaat jangka pendek dari olahraga terhadap kesehatan, atau efek intensitas latihan, namun tidak menunjukkan efek jangka panjangnya.

Pada akhirnya, para peneliti ingin mengetahui apakah olahraga menunda kematian, baik karena penyakit kardiovaskular atau penyebab lainnya. Mereka juga ingin mengetahui jenis aktivitas fisik mana yang bisa memperpanjang umur terpanjang.

Jadi, Oja dan rekan-rekannya menganalisis data dari 11 survei kesehatan tahunan dari Inggris dan Skotlandia yang dilakukan antara 1994 dan 2008, melibatkan 80.306 orang dewasa dengan usia rata-rata 52 tahun.

Peserta melaporkan sendiri jenis dan berapa banyak latihan yang telah mereka lakukan dalam 4 minggu terakhir, dan apakah itu membuat mereka terengah-engah dan menyebabkan mereka berkeringat. Latihan yang disertakan seperti dilansir dari Natural Society, di antaranya:

  • Tugas rumah tangga dan berkebun
  • Berjalan
  • Bersepeda
  • Renang
  • Aerobik
  • Senam atau tarian
  • Lari
  • Sepak bola atau rugby
  • Bulutangkis, tenis, atau squash
Baca Juga:  Amankah Olahraga Di Saat Punya Asma?

Tim melacak kelangsungan hidup peserta selama rata-rata 9 tahun, dimana pada saat itu 8.790 peserta meninggal karena semua sebab. Dari jumlah itu, 1.909 meninggal karena penyakit jantung atau stroke.

Ketika para peneliti membandingkan peserta yang berolahraga dengan mereka yang tidak, mereka menemukan bahwa risiko kematian selama masa tindak lanjut dari sebab apapun adalah:

  • 47 persen lebih rendah di antara mereka yang bermain olahraga raket
  • 28 persen lebih rendah diantara perenang
  • 27 persen lebih rendah diantara penari aerobik
  • 15 persen lebih rendah di antara pesepeda

Olahraga raket tampaknya merupakan jenis latihan terbaik untuk mencegah kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Pemain olahraga raket ditemukan memiliki risiko kematian 56 persen lebih rendah, sementara perenang memiliki risiko 41 persen lebih rendah, dan mereka yang berpartisipasi dalam aerobik memiliki risiko 36 persen lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga.

Pelari dan pesepakbola memang memiliki tingkat kematian yang lebih rendah akibat penyakit jantung. Tim Chico, seorang konsultan kardiolog dari profesor di Universitas Sheffield di Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan:

“Meskipun ini tidak signifikan secara statistik, banyak penelitian lain menemukan bahwa pelari hidup lebih lama dan menderita lebih sedikit penyakit jantung.

“Saya akan terus mengatakan kepada pasien saya bahwa aktivitas fisik reguler (termasuk berlari) lebih efektif dalam mengurangi risiko penyakit jantung daripada obat apapun yang dapat saya resepkan,” tambahnya.

Ketika sampai pada aktivitas fisik, olagraga apa pun adalah latihan yang baik. Jika peserta aktif, tidak peduli bagaimana mereka mengurangi risiko kematian mereka.