8 Gejala Depresi Tersembunyi yang Bisa Diketahui Setiap Orang

DokterSehat.Com– Depresi adalah istilah klinis yang digunakan untuk memberi label pada sekelompok perilaku dan pengalaman internal yang terkait dengan suasana hati yang tertekan. Ini juga merupakan diagnosis klinis. Depresi berbeda dari pada sedih.



Seseorang yang sedang dilanda depresi terkadang tidak dapat telihat secara pasti, namun ada beberapa gejala tersembunyi yang bisa Anda ketahui dengan cara berikut ini:

1. Pikiran filosofis
Orang yang menderita depresi tersembunyi biasanya mencoba membicarakan topik filosofis menggunakan kalimat abstrak. Sebagai aturan, orang depresi suka membicarakan makna hidup, dan mereka melakukannya setiap saat. Dan kata-kata mereka sering abstrak dan samar-samar. Psikolog mengatakan bahwa pikiran orang yang lebih pasti adalah, semakin banyak kesempatan mereka untuk bahagia.

2. Suka mencari alasan
Orang yang depresi sering menggunakan alasan untuk menyembunyikan keinginan dan kesedihan yang sebenarnya. Misalnya, mereka menulis cerita menyentuh tentang mengapa mereka tidak bisa menghadiri pesta ulang tahun teman atau mengapa mereka tidak dapat ikut untuk makan siang bersama rekan kerja. Meyakinkan alasan menjadi penutup sehingga tidak mengganggu orang dengan kondisi emosional Anda.

3. Kurangnya reaksi
Orang dengan depresi bisa menafsirkan realitas di sekitarnya dengan cara yang berbeda. Mereka bisa setuju dengan semua orang, berhenti mengekspresikan pendapat dan keinginan mereka, berhenti memperhatikan hinaan, atau tidak merasakan sakit bahkan jika hal itu tak terelakkan: misalnya, ketika mereka kehilangan kerabat.

4. Penyakit psikosomatik
Menjadi depresi, orang biasanya mengeluh tentang sakit jantung, kaku di tangan dan kaki, kesulitan bernapas, sakit kepala, sakit gigi, dan gejala lainnya. Sebagai aturan, sebuah pemeriksaan menunjukkan bahwa kesehatan mereka baik-baik saja. Berbagai sensasi menyakitkan mengarah ke kondisi yang tidak stabil. Pada gilirannya, rasa sakit menyebabkan kegelisahan dan ketegangan, membentuk lingkaran setan dan membuat seseorang menderita rasa sakit psikosomatik.

5. Mental obsesif
Dalam keadaan tertekan, orang terobsesi dengan hal-hal tertentu. Mereka yakin mereka mencari jawaban, tapi pikiran obsesif seperti itu tidak bisa menyelesaikan masalah mereka. Sebaliknya, mereka menciptakan ilusi bahwa mereka berusaha mencari jawaban.

Sangat mudah untuk memperhatikan bahwa kerabat atau teman Anda menderita dari pikiran obsesif, misalnya seseorang agak merenung, tidak hadir, berbicara tentang satu dan masalah yang sama, dan tidak mencoba untuk bertindak alih-alih berbicara.

Baca Juga:  Tanda Depresi Setelah Melahirkan

Kita bisa mengingat sebuah contoh dari Limitless. Pahlawan Bradley Cooper terobsesi dengan pemikiran tentang menulis buku dan kemungkinan sukses. Dia jatuh ke dalam sikap apatis dan stres, kehilangan kerabat dan teman satu per satu.

6. Penampilan berantakan
Kondisi depresi mempengaruhi penampilan seseorang. Jika seseorang berhenti mengikuti peraturan kebersihan dan tidak menjaga kebersihan rumah mereka, Anda punya alasan untuk bertanya-tanya apakah semuanya baik-baik saja atau tidak. Hal ini berlaku untuk orang-orang yang tidak pernah terbiasa memiliki masalah dengan kerapian.

7. Perubahan produktivitas
Ini juga merupakan sinyal buruk. Seseorang tidak dapat mengatasi tugas rutin sehari-hari, melupakan informasi, sering merasa lelah, dan merasa tidak masuk akal dalam tindakan mereka. Hal ini juga bisa menjadi kebalikannya, bila orang yang agak tidak aktif menjadi pecandu kerja dengan jadwal yang menegangkan, berusaha mengumpulkan prestasi mereka. Mereka mencoba melepaskan diri dari perasaan mereka dan memberi pengertian pada kehidupan mereka.

8. Berpura-pura bahagia
Orang sering mencoba menyembunyikan depresi di balik suasana hati yang positif. Misalnya mereka benar-benar terlihat seperti orang yang paling bahagia dan paling riang di dunia. Mereka menghindari percakapan yang serius dan menertawakan topik yang sulit. Anda bisa mengerti dan membantu mereka hanya selama pembicaraan panjang dan saling percaya.

Cara membantu orang depresi:
-Jika Anda menyadari bahwa salah satu teman atau kerabat Anda mengalami depresi, cobalah untuk berbicara dengan mereka tentang kesehatan dan masalah mereka.

  • Tawarkan bantuanmu jika seseorang menolak semuanya, tinggalkan mereka sendiri untuk sementara dan amati tingkah lakunya.
  • Jangan menambah masalah kerabat atau teman Anda, serta jangan bercanda. Ungkapan seperti menghibur, menghentikan prilaku buruk, dan menenangkan.
  • Membantu tugas rumah tangga dan tugas rutin: Depresi mengambil semua kekuatan emosional dan fisik seseorang.
  • Jangan membuat orang yang tertekan menjalani gaya hidup aktif jika mereka belum siap.
  • Ambil jeda dalam hubungan Anda dengan orang yang depresi agar tidak menyesuaikan diri dengan kondisi mereka.
  • Berhati-hatilah. Setiap senyuman dan postingan yang sempurna di Instagram bisa menyembunyikan masalah serius.