7 Tanda Kulit Sensitif

DokterSehat.Com – “Kulit sensitif” sebenarnya bukan merupakan diagnosis medis, melainkan hanya merupakan istilah awam. Jika ragu apakah Anda memiliki kulit sensitif, mulailah dengan menanyakan pertanyaan berikut ini kepada diri sendiri.

doktersehat-bayi-tangan-merah-rash-gatal-iritasi-sindrom-stevens-johnson-Erisipelas-lupus

  • Apakah Anda pernah mengalami reaksi alergi sebanyak 3 kali atau lebih terhadap produk-produk perawatan kulit seperti sabun, lotion, krim, sampo, dan sebagainya?
  • Apakah Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap tabir surya?
  • Apakah Anda mengalami gatal-gatal setiap menggunakan produk perawatan kulit atau produk perawatan tertentu?
  • Apakah Anda selalu berhati-hati mencoba produk baru karena pernah mengalami pengalaman pahit sebelumnya?
  • Apakah Anda sensitif terhadap wewangian?
  • Apakah Anda mengalami reaksi alergi terhadap obat-obatan yang berbentuk krim, lotion, gel, atau bentuk lain yang dipakai di kulit?
  • Apakah Anda memiliki riwayat alergi, asma, eksim atau sering bersin-bersin? Jika ya, satu pertanyaan ini saja tidak dapat menjawab pertanyaan apakah Anda mengalami kulit sensitif atau tidak, tetapi secara umum, Anda akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami reaksi alergi atau iritasi pada kulit.

Jika Anda menjawab “ya” pada beberapa pertanyaan di atas, Anda mungkin memang memiliki kulit sensitif.

Perlu dicatat bahwa terdapat perbedaan antara kulit yang mudah mengalami iritasi (“kulit sensitif”) dengan alergi pada kulit. Reaksi alergi yang sebenarnya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menjadi aktif terhadap bahan-bahan tertentu sehingga akan menyebabkan kulit merah, bengkak, gatal, atau melepuh.

Pada kulit sensitif, masalah tidak terletak pada bahan-bahan atau produk-produk tertentu, tetapi seberapa banyak Anda memakai bahan tersebut pada kulit. Sebagai contoh, jika Anda memiliki kulit yang relatif normal dan menggunakan sabun berbahan keras, kulit akan mengalami iritasi (kemerahan, atau bahkan seperti eksim), tetapi bukan berarti Anda alergi terhadap sabun tersebut.

Konsep yang sama berlaku pada produk-produk perawatan kulit – terutama yang bersifat asam. Kulit Anda mungkin tidak mengalami masalah saat mendapat suntikan vitamin C 10%, tetapi mengalami iritasi saat disuntik dengan vitamin C 20%. Namun, Anda tidak alergi terhadap vitamin C. Anda masih bisa menggunakannya dengan dosis yang sesuai.

Baca Juga:  Stress? Cobalah Mencium Aroma Bunga

Berbeda dengan alergi. Pada alergi, jumlah bahan yang menjadi penyebab alergi tidak menjadi masalah. Anda akan tetap mengalami alergi meskipun hanya bersentuhan sedikit saja dengan bahan tersebut. Misalnya, jika Anda alergi terhadap bulu kucing, Anda akan mengalami alergi yang sama beratnya antara jika Anda bersentuhan langsung dengan kucing tersebut maupun jika kucing tersebut jauh dari Anda tetapi hanya beberapa helai bulunya saja yang beterbangan di udara.

Jika Anda memiliki kulit sensitif, berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah kulit Anda:

  • Pilih produk-produk perawatan kulit yang memang dirancang untuk kulit sensitif.
  • Pilih produk yang menggunakan bahan kimia seminimal mungkin. Ingat semakin banyak bahan kimia yang terkandung dalam produk tersebut, semakin besar pula kemungkinan untuk terjadi iritasi kulit.
  • Jika suatu produk perawatan kulit membuat kulit Anda gatal atau melepuh, atau tampak semakin memperburuk kondisi kulit Anda, hentikan pemakaian produk tersebut dan jangan ragu untuk menghubungi dokter.
  • Jika sudah terlanjur muncul ruam di kulit, tutup area kulit yang terjadi ruam dan hindarkan dari sinar matahari langsung, misalnya dengan mengenakan topi atau pakaian berlengan panjang. Kemudian, hubungi dokter.
  • Jangan menggunakan obat-obatan yang berbentuk krim, lotion, gel atau bentuk yang dipakai di kulit lainnya tanpa resep dokter.
  • Boleh juga mengkonsumsi obat antihistamin yang berbentuk tablet, sirup, atau bentuk yang diminum lainnya untuk mengurangi rasa gatal atau nyeri pada kulit.

Jika muncul ruam pada kulit, hubungi dokter spesialis kulit. Dokter akan berusaha untuk mengetahui bahan yang menyebabkan iritasi atau alergi pada kulit. Untuk itu, dokter mungkin perlu melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tes laboratorium, patch test, dan sebagainya.

Ingatlah bahwa kulit yang mengalami iritasi lebih rentan untuk terjadi infeksi. Infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Jadi, jika kulit Anda mengalami iritasi, rawatlah dengan benar, jaga kebersihannya, dan jangan mencoba-coba produk-produk yang belum terbukti manfaatnya. Jika Anda mencurigai adanya infeksi, misalnya bengkak, keluar nanah, nyeri, dan sebagainya, segera hubungi dokter.

Semoga bermanfaat.