6 Tanda Ini Menunjukkan Bahwa Anda Terlalu Stres

Stres-doktersehat
Photo Credit: Flickr.com/Andrew Imanaka

DokterSehat.Com– Setiap orang pasti pernah menghadapi stres dalam hidupnya. Stres bisa terjadi karena otak memberikan tanda kepada tubuh untuk melepaskan banyak hormon setelah menghadapi suatu situasi.

Photo Credit: Flickr.com/Andrew Imanaka

Untuk diketahui, stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan tubuh. Jika Anda tidak segera mengambil tindakan, respon stres dapat memperburuk masalah fisik hingga terganggunya kondisi jiwa.

Seperti dikutip dari Heatlhline, berikut ini adalah tanda-tanda bahwa Anda mengalami stres yang berlebihan.

  1. Muncul jerawat

Jerawat adalah salah satu tanda bahwa Anda tengah mengalami stres. Saat seseorang sedang stres, salah satu tindakan yang sering dilakukannya adalah menyentuh wajah. Kebiasaan ini justru menyebarkan bakteri ke area wajah, yang pada akhirnya berkontribusi pada berkembangnya jerawat.

Sebuah studi  terhadap 94 remaja menemukan bahwa, tingkat stres yang lebih tinggi dikaitkan dengan meningkatnya jumlah jerawat, terutama pada anak laki-laki.

Meski studi ini menunjukkan adanya hubungan antara stres dan jerawat, namun penelitian ini tidak memperhitungkan faktor lain yang mungkin menjadi penyebab munculnya jerawat. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat hubungan keduanya.

Selain stres, penyebab jerawat juga bisa disebabkan oleh perubahan kadar hormon, produksi minyak berlebih dan pori-pori yang tertutup.

  1. Sakit kepala

Banyak penelitian telah menemukan bahwa stres dapat menyebabkan sakit kepala. Hal ini ditandai dengan rasa nyeri di daerah kepala atau leher. Sebuah studi terhadap 267 orang dengan sakit kepala kronis menemukan bahwa, 45 % orang yang mengalami sakit kepala yang diawali oleh kejadian yang meneganggkan.

Sementara itu, studi lain yang mensurvei 150 anggota militer di sebuah klinik sakit kepala menemukan, 67 % pasien melaporkan bahwa sakit kepala mereka dipicu oleh stres. Pemicu sakit kepala umum lainnya diantaranya kurang tidur, konsumsi alkohol dan dehidrasi.

  1. Sakit kronis

Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa meningkatnya hormon kortisol (stres) telah dikaitkan dengan penyakit kronis. Tidak hanya itu, penelitian lain juga menemukan bahwa orang dengan penyakit kronis memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi pada rambutnya. Ini adalah indikator di mana Anda mengalami stres yang berkepanjangan.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut masih harus diperlukan untuk melihat lebih jauh apakah stres memang berkontribusi pada penyakit kronis atau sebaliknya. Selain stres, ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit kronis, seperti penuaan, cedera atau kerusakan saraf.

  1. Sering sakit

Stres yang terus menerus bisa membahayakan sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan Anda rentanan terhadap infeksi. Dalam sebuah penelitian, 61 orang lanjut usia yang disuntik dengan vaksin flu, ditemukan memiliki respon yang lemah terhadap vaksin. Ini menandakan tubuh Anda mengalami penurunan imunitas.

Dalam penelitian lain, orang-orang yang mengalami stres tinggi cenderung mengalami infeksi pernapasan lebih besar ketimbang mereka yang mengalami stres rendah. Oleh karena itu, agar Anda tidak mengembangkan infeksi pernapasan, sebisa mungkin hindarilah stres.

Yang harus menjadi catatan, sistem kekebalan yang lemah juga bisa diakibatkan oleh pola makan yang buruk, ketidakaktifan fisik dan gangguan imunodefisiensi tertentu seperti leukemia dan multiple myeloma.

  1. Menurunnya energi dan insomnia

Kelelahan kronis dan penurunan tingkat energi juga bisa disebabkan oleh stres yang berkepanjangan. Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa menurunnya energi terkait dengan meningkatnya stres.

Tidak hanya itu, stres juga bisa mengganggu tidur dan menyebabkan insomnia. Dengan tingkat stres yang lebih tinggi hal ini akan membuat Anda lebih gelisah di saat waktu tidur. Faktor lain yang mungkin berperan dalam penurunan tingkat energi diantaranya dehidrasi, gula darah rendah, diet buruk atau tiroid yang kurang aktif.

  1. Perubahan libido

Sebuah studi yang dilakukan terhadap 30 wanita yang sedang stres mengungkapkan, kadar gairahnya tidak mengalami peningkatan saat diperlihatkan film erotis. Wanita dengan tingkat stres yang tinggi mengalami sedikit gairah dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

Bahkan, wanita yang mengalami peningkatan stres juga dikaitkan dengan tingkat aktivitas seksual dan kepuasan yang lebih rendah. Meski begitu, ada banyak penyebab potensial lain dari perubahan libido seperti perubahan hormonal, kelelahan atau masalah psikologis.

Nah, itulah beberapa tanda bahwa Anda sedang mengalami stres yang berkepanjangan. Jangan anggap remeh tanda-tanda yang muncul. Pasalnya, stres yang tidak dikelola dengan baik bisa membawa dampak buruk pada kesehatan tubuh.