Inilah 6 Penyebab Mimisan pada Anak

Doktersehat - Mimisan pada Anak
Photo Credit: Flickr.com/Góc Baby

DokterSehat.Com– Meski keluarnya darah dari hidung atau biasa disebut mimisan adalah sesuatu yang tidak membahayakan, namun apabila hal ini terjadi pada anak-anak tentu hal ini akan membuat khawatir orang tua.

Mimisan atau dalam bahasa medis disebut epistaksis, memang lebih berisiko terjadi pada orang anak-anak ketimbang orang dewasa, karena pembuluh darah dalam hidung anak lebih rentan.

Meski mimisan tidak termasuk kondisi berbahaya, akan tetapi jika anak sering mimisan lebih dari satu kali per minggu, segera konsultasi dengan dokter. Sering kali hal ini disebabkan pembuluh darah kecil dalam hidung mengalami iritasi dan tidak pulih dengan cepat, terutama pada anak yang sering pilek atau alergi. Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan melibatkan dokter spesialis THT.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab mimisan pada anak, diantaranya:

  1. Alergi

Alergi dapat menjadi penyebab terjadinya mimisan pada anak. Alergi dapat membuat anak bersin-bersin, yang merupakan salah satu faktor pemicu terjadi mimisan. Oleh karena itu, jika anak alergi terhadap debu atau benda lain, sebaiknya segera dijauhi untuk meminimalisir mimisan pada anak.

  1. Memasukan benda asing ke hidung

Balita atau anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap benda-benda di sekitar mereka bisa saja memasukan benda tumpul ke dalam lubang hidungnya, di mana hal ini pada akhirnya bisa menyebabkan mimisan. Selain itu, kebiasaan mengorek lubang hidung dengan keras juga bisa memicu timbulnya mimisan pula pada balita.

  1. Kelelahan

Mimisan yang terjadi akibat kelelahan sebenarnya karena pembuluh darah yang relatif lemah. Ketika buah hati Anda mengalami kelelahan, pembuluh darah yang lemah ini mudah sekali tegang lalu akhirnya pecah. Akibatnya mimisan tidak bisa terhindarkan. Hati-hati dengan penyebab anak sering mimisan yang satu ini.

  1. Udara kering

Penyebab tersering mimisan pada anak adalah udara kering dan panas. Hal ini terjadi karena udara kering dengan suhu ruangan atau lingkungan yang panas akan membuat membran hidung menjadi kering sehingga mudah mengalami iritasi dan pecahnya pembuluh darah di dalam hidung.

  1. Stres

Meski stres umumnya hanya dialami oleh orang dewasa, nyatanya seorang balita dan anak-anak juga bisa merasakan stres. Stres yang dialami oleh balita dan anak-anak ini bisa memicu munculnya mimisan karena pembuluh darah di usia ini masih tergolong rapuh.

Hal ini diperparah jika si anak memiliki riwayat asma yang semakin memicunya untuk menarik napas dengan keras, sementara pembuluh darah di area hidung tak bisa dipaksa untuk bekerja keras. Pada akhirnya, kondisi ini membuat mimisan pada anak.

  1. Cedera

Tidak hanya anak-anak, mereka yang memiliki pembuluh darah di area hidung normal pun berpotensi mengalami mimisan ketika terjadi benturan. Oleh karena itu, orang tua harus mengawasi anaknya ketika sedang bermain agar terhindar dari benturan dengan benda keras.

Apa yang harus dilakukan saat anak mimisan?

Jangan panik ketika anak mimisan. Mintalah anak untuk duduk kemudian cubit dengan perlahan bagian hidung tengah atas dari bagian luar lubang hidung selama 10-15 menit. Jika darah masih keluar, minta anak untuk sedikit membungkuk ke arah depan dan bernapas melalui mulut.

Hal tersebut bertujuan untuk mencegah darah tertelan dan mengiritasi pencernaan. Tempelkan es yang digulung dalam handuk pada bagian batang hidung. Upayakan tubuh tetap dalam kondisi tegak untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah di hidung.

Walaupun mimisan bukanlah hal yang membahayakan, tetapi Anda harus waspada bila mimisan yang terjadi tidak berhenti setelah mendapatkan penekanan. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.