5 Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa

doktersehat-Penyebab-Mimisan-pada-Orang-Dewasa
Photo Credit: Flickr.com/ Francesca D'Alessandro

DokterSehat.Com– Pada umumnya, hampir semua orang pernah mengalami mimisan. Kondisi bisa menyebabkan kepanikan apabila terjadi pada anak-anak atau mereka yang lanjut usia. Perlu diketahui, bahwa mimisan atau epistaksis merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya tidak mengancam jiwa.

Mimisan atau epistaksis terjadi ketika pembuluh darah di dalam hidung pecah sehingga darah mengalir keluar melalui lubang hidung atau ke dalam tenggorokan. Tidak seperti ingus yang umumnya kental dan mudah dikendalikan, pada mimisan darah yang keluar terus akan berhenti ketika sumber pendarahannya teratasi.

Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang mengalaminya hanya beberapa detik, dan ada pula yang mengalami hingga beberapa menit.

Beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun, lansia, ibu hamil, orang yang sering mengonsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin) dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah, seperti hemofilia.

Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa

Berikut ini adalah beberapa penyebab mimisan pada orang dewasa:

  1. Gangguan pendarahan

Ketika tubuh gagal membekukan darah, maka risiko pendarahan hebat bisa terjadi. Contohnya adalah hemofilia, yaitu ketika tubuh tidak dapat memproduksi salah satu faktor pembekuan darah. Akibatnya, ketika perdarahan terjadi maka hal itu akan sulit dihentikan. Pada akhirnya, mimisan berkepanjangan pun dapat terjadi.

  1. Cedera hidung

Cedera yang terjadi pada hidung dapat membuat pembuluh darah di dalamnya menjadi pecah. Septum atau sekat pemisah antara rongga hidung kanan dan kiri dapat bergeser, bahkan keretakan atau patah tulang pun dapat terjadi.

  1. Genetik

Dalam beberapa kasus, mimisan dapat disebabkan oleh gen yang diturunkan dalam keluarga. Kondisi yang jarang terjadi ini disebut telangiektasia hemoragik herediter (HHT) dan bismemengaruhi pembuluh darah. Gejala utamanya adalah mimisan berulang yang tampaknya muncul tiba-tiba dan memburuk seiring berjalannya waktu.

  1. Sinusitis

Adanya peradangan pada area sinus dapat memengaruhi pembuluh darah di dalamnya. Peradangan membuat area sekitar menjadi memerah karena melebarnya pembuluh darah yang rentan pecah.

  1. Darah tinggi

Mimisan bukanlah gejala atau akibat dari tekanan darah tinggi. Meskipun jarang terjadi, tekanan darah tinggi yang parah dapat memperburuk atau memperpanjang pendarahan pada seseorang yang mengalami mimisan.

Gejala Mimisan yang Harus Diwaspadai

Mimisan adalah sebuah kondisi yang tidak berbahaya. Meski demikian, Anda tetap perlu berhati-hati karena mimisan mungkin saja mengindikasikan adanya penyakit-penyakit tertentu. Beberapa indikasi mimisan yang sebaiknya diwaspadai, antara lain:

  • Sering mimisan dalam waktu singkat.
  • Detak jantung yang tidak beraturan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Demam atau mengalami ruam.
  • Kulit berubah pucat.
  • Mimisan yang disertai pendarahan dari bagian lain tubuh, misalnya pada urine.
  • Mimisan yang berlangsung lebih dari 30 menit. Jika hal ini terjadi, segera pergi ke rumah sakit.
  • Mimisan yang terjadi pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun.
  • Mimisan dengan volume darah yang banyak.
  • Mimisan yang terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus.

Untuk diketahui, mimisan dapat disebabkan oleh banyak hal. Faktor pemicunya bisa berupa penggunaan obat-obatan, keturunan, hingga penyakit. Berikut ini adalah beberapa hal yang memicu terjadinya mimisan, diantaranya:

  • Tidak sengaja melukai dinding hidung saat mengorek hidung dengan jari.
  • Udara yang kering dan dingin. Lapisan dalam hidung yang kering menjadikannya lebih rentan terluka dan terinfeksi.
  • Mengeluarkan ingus yang terlalu kencang.
  • Bentuk hidung yang bengkok, misalnya karena keturunan atau cedera.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya aspirin, antikoagulan, atau obat pelega pernapasan yang berlebihan.
  • Iritasi akibat senyawa kimia.
  • Operasi hidung.
  • Tumor pada rongga hidung.
  • Konsumsi alkohol.

Namun, apabila mimisan sudah terjadi maka Anda harus:

  • Tetap tenang dan duduk tegak.
  • Condongkan kepala Anda ke depan. Memiringkan kepala Anda ke belakang hanya akan menyebabkan Anda menelan darah.
  • Jepit lubang hidung bersama-sama dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk mencegah darah mengalir deras ke area mulut. Menelan darah mungkin bisa membuat Anda muntah.
ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik