5 Gejala Penyakit Serius Pada Anak Yang Tidak Boleh Diremehkan

DokterSehat.Com – Hidung berair. Nyeri perut. Ruam yang terasa gatal. Itu adalah beberapa contoh gangguan kesehatan ringan yang dialami oleh anak-anak di belahan dunia manapun. Namun, bagaimana jika muncul gejala yang lebih serius, misalnya demam lebih dari 39 ºC atau kaku leher? Orang tua mungkin tidak tahu apakah harus langsung dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat, menghubungi dokter praktik biasa, atau hanya perlu menunggu saja di rumah sampai gejala tersebut membaik.

doktersehat-hiv-aids-anak-demam-hidung-tersumbat

Beberapa orang tua juga merasa cemas bahwa keputusan untuk langsung membawa anak mereka ke unit gawat darurat terdekat akan dipertanyakan oleh dokter yang bertugas di tempat tersebut jika ternyata tidak ada hal serius yang perlu dikhawatirkan terjadi pada anak. Meskipun demikian, mengikuti firasat sebagai orang tua tetap menjadi hal yang paling bijaksana.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang sering ditemukan pada anak yang menuntut orang tua untuk membawa anak ke praktek dokter, klinik 24 jam, atau unit gawat darurat. Namun, jangan ragu untuk langsung berkonsultasi dengan dokter bila orang tua masih merasa ragu-ragu dengan kondisi anak mereka.

Demam tinggi pada anak lebih dari 1 tahun

Jika anak panas, tindakan utama orang tua pasti untuk sesegera mungkin menghubungi dokter. Akan tetapi, hal ini tidak selalu dibutuhkan.

Demam merupakan upaya tubuh untuk melawan adanya infeksi. Jika anak mengalami demam, artinya sistem kekebalan tubuh anak sedang bekerja. Demam didefinisikan sebagai suhu tubuh lebih dari 38 ºC, diukur dengan termometer yang dimasukkan dalam anus. Pada anak balita, pengukuran dapat dilakukan di bawah ketiak, dengan ditambahkan 0,1 ºC agar lebih akurat.

Orang tua dapat memberikan obat-obatan seperti acetaminophen atau ibuprofen (jika anak berusia lebih dari 6 bulan) untuk menurunkan demam. Namun, pastikan obat tersebut diberikan hanya sesuai dengan kebutuhan dan tidak lupa pula dengan memperhatikan dosis. Obat tersebut dapat diperoleh dengan atau tanpa resep dokter. Bila dengan resep dokter, gunakan aturan pakai sesuai petunjuk dokter. Bila dibeli tanpa resep dokter, pastikan membaca label sebelum memberikan obat pada anak. Ingat, menurunkan demam tidak membantu melawan infeksi yang menyebabkan demam. Obat-obat penurun demam hanya menurunkan demam untuk sementara waktu. Jika infeksi masih terjadi, demam tidak akan hilang secara permanen.

Sebuah penelitian baru-baru ini, yang terdapat dalam jurnal Pediatrics, menemukan bahwa stu dari empat orang tua memberikan obat penurun demam pada anaknya yang mengalami demam kurang dari 37,8 ºC, meskipun dokter anak merekomendasikan untuk memberikan obat hanya bila suha anak di atas 38,3 ºC. Dan jika anak masih mau makan dan minum, tidak perlu dibawa ke unit gawat darurat; demam yang tinggi tidak selalu merupakan tanda kegawatdaruratan. Disarankan untuk membawa anak yang berusia 2 tahun atau lebih ke dokter jika suhu 40 ºC atau lebih, tampak lemah, atau demam menetap selama ?4 hari berturut-turut. Anak kurang dari 2 tahun harus segera dibawa ke dokter dalam waktu 48 jam sejak munculnya demam.

Nyeri kepala berat

Bagaimana kita tahu apakah nyeri kepala yang dialami anak cukup berat hingga memerlukan perawatan medis segera, atau apakah dengan beristirahat saja sudah cukup untuk menguranginya? Jika anak mengalami nyeri kepala selama beberapa jam – atau nyeri yang timbul begitu berat hingga anak tidak bisa makan, bermain, atau bahkan menonton televisi – segera hubungi dokter.

Baca Juga:  Kecemasan Faktor Dan Penyebabnya

Nyeri kepala umumnya disebabkan oleh penegangan otot-otot kepala dan leher, jarang sekali merupakan akibat dari suatu kelainan di dalam otak. Namun, nyeri kepala yang disertai dengan gejala neurologis (misalnya penurunan kesadaran, penglihatan kabur, atau gangguan saat berjalan) harus segera dievaluasi di unit gawat darurat.

Nyeri kepala yang disertai dengan demam, muntah, penurunan kesadaran, ruam, atau kaku leher juga harus segera mendapat perawatan dokter karena mungkin menandakan penyakit atau infeksi yang serius, contohnya meningitis.

Jika anak sering mengalami nyeri kepala, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Normalnya, anak tidak seharusnya mengalami nyeri kepala.

Ruam yang menyebar ke seluruh tubuh

Jangan terlalu khawatir dengan ruam yang muncul di lengan atau kaki anak; ruam ini umumnya tidak berbahaya. Jika ruam timbul di seluruh tubuh, periksa apakah anak memerlukan perhatian dokter.

Ruam – yang berwarna merah atau ungu – yang tidak berubah warna menjadi putih saat ditekan dapat menandai adanya kondisi gawat darurat, terutama jika disertai demam, misalnya pada DBD. Akan tetapi, ruam semacam ini juga bisa muncul pada wajah setelah anak batuk atau muntah dengan keras, yang bukan merupakan tanda kegawatan. Ruam yang hanya muncul pada satu lokasi juga pada umumnya tidak berbahaya. Kalau mau aman, jika pada anak muncul ruam seperti ini, segera hubungi dokter, untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit yang lebih serius.

Ruam lain yang mungkin merupakan kegawatdaruratan adalah ruam gatal yang disertai dengan bengkak pada bibir. Gatal harus segera diatasi dengan obat diphenhydramine yang dijual secara bebas. Jika bibir atau wajah anak bengkak, anak harus segera dibawa ke dokter. Jika anak mengalami sesak napas, segera bawa ke unit gawat darurat terdekat. Gejala-gejala ini menunjukkan adanya reaksi anafilaktik, yaitu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa.

Gangguan pada saluran cerna

Jika anak mengalami keracunan makanan atau gastroenteritis (yang banyak dikenal dengan istilah “flu usus”, merkipun tidak ada hubungannya dengan penyakit influenza), perhatikan berapa kali dan berapa banyak anak muntah atau diare.

Muntah dan diare dapat menyebabkan dehidrasi. Dokter mungkin menyarankan pemberian oralit di rumah, meskipun penanganannya berbeda-beda tergantung usia anak. Jika kondisi anak semakin memburuk (buang air kecil hanya sedikit atau anak tampak lemah), segera bawa ke unit gawat darurat.

Muntah tiga kali pada sore hari mungkin tidak menyebabkan dehidrasi, tetapi diare delapan kali dalam delapan jam mungkin akan menyebabkan dehidrasi, begitu juga dengan kombinasi diare dan muntah. Dehidrasi memerlukan pengawasan kondisi anak secara ketat dan kadang-kadang memerlukan perawatan di unit gawat darurat.

Kaku leher

Kaku leher mungkin menandakan adanya meningitis, suatu kegawatdaruratan sejati, yang akan membuat orang tua panik jika melihat anaknya berdiri kaku, tidak menggerakkan leher, atau menolak menoleh ke kanan atau ke kiri. Namun, kaku leher umumnya hanya merupakan nyeri otot. Meningitis juga dapat disetai dengan muntah dan lemas.

Kaku leher yang disertai demam mungkin juga hanya merupakan radang amandel atau pembesaran kelenjar limfe, bukan meningitis; berkonsultasi dengan dokter akan meringankan kekhawatiran orang tua. Tentu saja jika penyebab kaku leher adalah cedera atau trauma atau kecelakaan atau jatuh, anak harus segera dibawa ke unit gawat darurat terdekat.