3 Imunisasi Bayi yang Harus Diberikan Segera Setelah Kelahiran

Imunisasi Bayi



DokterSehat.Com – Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), merekomendasikan bahwa imunisasi bayi harus dilakukan secepat mungkin. Beberapa bahkan harus diberikan pada saat usia bayi masih berusia 2 bulan atau kurang. Berikut adalah 3 jenis imunisasi bayi yang direkomendasikan untuk anda berikan segera pada buah hati anda segera setelah lahir.

IMUNISASI HEPATITIS B
Imunisasi ini paling baik diberikan dalam jangka waktu 12 jam setelah lahir dan didahului oleh pemberian suntik vitamin K1. Bayi yang lahir dari ibu yang memiliki Hepatitis B positif tidak hanya diberikan vaksin Hepatitis B, tapi juga immunoglobulin hepatitis B. Vaksin Hepatitis B untuk imunisasi bayi diberikan sebanyak 3 dosis, dosis pertama saat anak baru lahir, kedua saat anak berusia 1 bulan, dan yang ketiga saat anak berusia 6 bulan.

IMUNISASI POLIO
Imunisasi bayi yang satu ini memiliki 2 tipe dari cara pemberiannya, yaitu vaksin oral (OPV) dan vaksin suntik (IPV). Pada saat bayi baru lahir, bayi diberikan vaksin polio pertamanya melalui cara oral (OPV-0). Pemberian imunisasi ini boleh dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksin hepatitis B. Pemberian imunisasi polio yang selanjutnya diberikan pada saat bayi berumur 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Setelah itu bayi boleh diberikan booster imunisasi polio sebanyak 2 kali pada usia 18-24 bulan dan 5 tahun. Pemberian imunisasi polio setelah yang pertama boleh diberikan secara oral (OPV) ataupun suntik (IPV), namun sebaiknya paling sedikit bayi mendapatkan 1 dosis OPV.

bayi memerlukan imunisasi

IMUNISASI BCG
Imunisasi BCG diberikan sebelum bayi berusia 3 bulan. Lebih baik jika diberikan pada saat bayi berumur 2 bulan. Imunisasi BCG diberikan supaya bayi anda kebal terhadap penyakit TBC, jika lewat usia 3 bulan belum diberikan imunisasi BCG, maka anak harus menjalani uji mantoux terlebih dahulu. Selain ketiga imunisasi bayi di atas, terdapat imunisasi lainnya yang baru mulai boleh diberikan pada si buah hati saat berusia 2 bulan keatas. Seperti DTP, Hib, PCV, Rotavirus, dan Influenza. Setelah anak berusia setidaknya 2 tahun, anak bisa diberi imunisasi lain seperti imunisasi tifoid dan hepatitis A.

Baca Juga:  Mau Studi ke Australia atau Negara-negara Asia? Suntik ini Dulu
Dr. Kristo Hendra Djaya

Ditulis oleh Dr. Kristo Hendra Djaya, SpPD

Dr. Kristo Hendra Djaya, SpPD merupakan dokter ahli pencegahan penyakit, Vaksinologis, Internis di RSIA Bun Kosambi dan CEO dari Klinik InHarmony. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam mengenai penyakit dalam dan pencegahan penyakit, beliau merupakan salah satu pakar vaksin & imunisasi yang terdepan dan paling dicari di Indonesia.