3 Hal yang membuat Virus Ebola Sangat Mematikan

DokterSehat.Com – 90 persen kasus penyakit yang diakibatkan virus Ebola berakhir dengan kematian, hingga kini para pakar kesehatan belum berhasil menemukan obat atau vaksinasi yang ampuh. Penyakit ini khususnya ditemukan di desa-desa terpencil di kawasan Afrika Tengah dan Barat, terutama di Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Sudan, Gabun, Pantai Gading, Uganda, dan kini di Guinea.

12

Tidak adanya vaksin pencegah penyakit ini dan cepatnya penyebaran membuat Ebola menjadi salah satu dari penyakit yang mematikan di dunia.

Gejala awal virus ebola menyerang adalah pasien akan merasakan demam tinggi, lemas, nyeri otot, dan sakit kepala. Gejalanya sama seperti penyakit malaria dan penyakit endemik di Afrika Barat.

Lalu bagaimana virus Ebola bekerja dalam Tubuh? Berikut ini ulasan tentang bagaimana virus ebola bekerja dalam tubuh :

  1. Mengumpalkan darah
    Penyakit Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan darah, seksresi, atau lendir dalam tubuh yang terinfeksi virus ini. Saat berada dalam tubuh, virus tersebut akan mulai untuk meniru sel induk lalu sel tersebut akan dimakan sebelum menyebar ke sel yang lain. Virus tersebut akan menyebabkan gumpalan kecil pada aliran darah pasien yang terinfeksi dan memperlambat peredaran darah, gumpalan darah ini akan terhambat di pembuluh darah dekat kulit dan sekitar organ yang menyebabkan jaringan sel mati.
  1. Menyerang sel lain
    Salah satu alasan mengapa Ebola sangat mematikan adalah sekali terserang pada aliran darah maka akan berakibat pada sel-sel tubuh yang lain. Virus tersebut akan bereaksi dengan kolagen yang bentuknya menghubungkan jaringan otot dan organ lain bersamaan. Saat menyebar, virus tersebut akan menyerang hati, ginjal, otak, usus, dan mata.
  1. Menyebabkan perdarahan
    Perdarahan adalah salah satu dari tanda yang paling mudah diketahui, dan membuat penanganan dari virus ini semakin bermasalah, beberapa tenaga medis yang merawat pasien terinfeksi pun telah meninggal karena wabah ini. Pada tahap akhir dari gejala ini adalah perdarahan internal dan eksternal pada organ tubuh dan pembuluh darah yang mulai rusak. Perdarahan dapat terjadi di dalam jantung, bekas luka, dan mukosa membran (seperti mata). Walaupun bergantung pada tingkat keganasan virus, tapi hampir 90% pasien biasanya meninggal karena gagal ginjal, kehabisan darah, dan shock hanya dalam beberapa hari saat terserang penyakit ini.