3 Cara Mengetahui Alergi Makanan Pada Anak

doktersehat-anak-makan-cokelat-cemilan
Photo Credit: makelessnoise

DokterSehat.Com– Khawatir anak Anda mengalami alergi makanan? Sebelum terjadi reaksi yang lebih parah lagi, maka tentu penting bagi kita untuk melacak apakah anak mengalami alergi makanan dengan cara yang tepat.

Dietitian dari Academy of Nutrition and Dietetics, Vicki Sahnta Ratelny, menyebutkan bahwa penting bagi ibu untuk mengetahui apa saja reaksi dari anak setelah makan.

Reaksi tersebut bisa jadi merupakan indikasi terjadinya alergi makanan. Umumnya reaksi yang muncul adalah kulit kemerahan, gatal, diare hingga muntah. Ibu harus peka karena alergi makanan merupakan hal yang wajib diwaspadai melihat pengaruhnya untuk tumbuh kembang anak.

Untuk itu, ibu perlu melakukan tiga cara dibawah ini agar dapat mengetahui apakah ada alergi pada anak:

1. Memerhatikan jenis makanan yang dimakan anak, dan kondisi atau reaksi anak

Jika anak menunjukkan reaksi alergi maka ibu perlu melakukan pelacakan apa saja makanan yang telah dikonsumsi anak sebelum anak menunjukkan reaksi alergi. Hingga ibu mengetahui makanan apa yang membuat anak alergi maka ibu dianjurkan memberikan satu jenis makanan saja untuk anak, misalnya buah atau sayur dengan rasa netral, yaitu pisang atau sayur bayam.

2. Mencatat makanan yang baru dikenalkan

Makanan yang dikenalkan pada anak secara bertahap sebaiknya dicatat oleh ibu, hal ini agar ibu mudah mengidentifikasi apakah makanan baru tersebut menyebabkan reaksi alergi. Ibu sebaiknya menunggu hingga 2 sampai 3 hari untuk memastikan bahwa anak tidak mengalami reaksi alergi pada makanan baru tersebut.

3. Berkonsultasi dengan dokter

Jika ibu kesulitan memastikan alergi yang dialami anak, maka berkonsultasi dengan dokter adalah hal yang tepat. Dokter bisa melakukan tes atau analisis tertentu serta memberikan saran untuk apa yang harus dilakukan ibu selanjutnya, misalnya menentukan makanan pengganti untuk anak dan perlu atau tidaknya konsumsi obat.

Ketiga tips di atas mampu mengidentifikasi alergi dengan tepat. Identifikasi yang tepat tentu akan mencegah reaksi yang lebih parah pada anak, kan?