Bagaimana Cara Memilih Pembalut yang Cocok?

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati

DokterSehat.com – Akhir-akhir ini banyak beredar pembalut wanita dengan embel-embel antibakteri, produk herbal, dan antidioksin. Orang awam tak jarang bingung dalam memilih pembalut yang baik plus menyehatkan alias tak memunculkan penyakit baru.

Menurut dr Rachmad Poedyo Armanto SpOG, sebenarnya tak ada kategori khusus dalam pemilihan pembalut wanita. Yang penting, pembalut tersebut dapat menyerap darah haid. ”Hal itu terpenuhi ketika pembalut sering diganti,” ujarnya.

Jika dirasa pembalut sudah ”penuh”, bisa segera diganti. Berapa kali sebaiknya mengganti pembalut? Tak ada ketentuan khusus. Sebab, jumlah darah menstruasi yang keluar sangat individual.

Pada masa awal menstruasi, darah haid yang keluar sangat banyak. Jika demikian, seseorang perlu lebih sering mengganti pembalut. ”Dalam sehari, bisa ganti pembalut lebih dari tiga kali,” tutur spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Mitra Keluarga Waru tersebut.

Rachmad mengatakan, tingkat keasaman vagina berkisar pada pH 4,5. Menstruasi justru menghasilkan bahan sekresi yang cenderung bersifat basa. Karena itu, darah haid di pembalut yang tidak segera dibersihkan dapat menjadi media pertumbuhan bakteri ataupun jamur.

Ditambah, saat menstruasi, suasana di daerah kemaluan cenderung lebih lembap. Akibatnya, bakteri dan jamur semakin banyak berkembang biak. ”Sering mengganti pembalut mengurangi lecet pada daerah kemaluan,” terangnya.

Rachmad beranggapan, tak perlu menggunakan pembalut khusus dengan embel-embel tambahan bahan antibakteri, antidioksin, atau herbal. Sebab, darah haid keluar dari dalam liang senggama. Di daerah tersebut, terdapat kuman flora yang mempertahankan keasamaan vagina. ”Antibakteri di pembalut hanya bekerja di daerah kemaluan. Tak sampai masuk ke liang senggama dan vagina. Jadi, menurut saya, ya sia-sia menggunakan pembalut tersebut,” paparnya.

Bila jarang mengganti pembalut, tentu kuman akan berkembang biak. ”Jadi, intinya adalah sering mengganti pembalut,” tegas Rachmad. (ai/nda)

source: batampos
image taken from google

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.3_1094]
Rating: +1 (from 1 vote)
Bagaimana Cara Memilih Pembalut yang Cocok?, 10.0 out of 10 based on 1 rating



Artikel Sejenis

3 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    dok, katanya si yang jual pembalut herbal……pembalutnya itu bisa dipake cowok lho……ditaruh di perut buat ngilangin suatu penyakit….apa penyakitnya aku lupa dok…… itu trus gimana dok ? bener kah ?
    ada ada aja orang promosi ya dok…….lalu bagaimana kita menanggapi mereka yang berjualan seperti ini dok ?
    adakah kah efek sampingnya bisa wanita menggunakan ini ?
    tks

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    apakah pembalut yang bermerek charm bodyfit baek digunakan dok???????????

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar
    Dr. Ronald Iskandar Says:
    March 18th, 2010 at 10:37 pm
    comment-top

    @saherly – yang paling penting adalah pembalut bisa menyerap darah dan sering menggantinya jika sudah penuh..thx

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 1

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar

Improve the web with Nofollow Reciprocity.