DokterSehat – Ankylosing spondylitis adalah suatu bentuk peradangan kronis dari tulang belakang (spine) dan sendi-sendi tulang sacroiliac (sacroiliac joints). Sacroiliac joints berlokasi pada belakang bawah dimana sakrum (tulang kelangkang, tulang yang tepat berada diatas tulag ekor) bertemu tulang-tulang ilium (tulang-tulang yang berada di kedua sisi dari bokong atas). Peradangan kronis pada area-area ini menyebabkan nyeri dan kekakuan dalam dan sekitar tulang belakang (spine). Dengan berjalannya waktu, peradangan spine yang kronis (spondylitis) dapat menjurus pada suatu penyatuan bersama sepenuhnya (fusion) dari vertebra-vertebra, suatu proses yang dirujuk sebagai ankylosis. Ankylosis menjurus pada kehilangan mobilitas dari tulang belakang (spine).
Ankylosing spondylitis adalah juga suatu penyakit rematik sistemik, yang berarti ia dapat mempengaruhi jaringan-jaringan lain diseluruh tubuh. Karena itu, ia dapat menyebabkan peradangan atau luka pada sendi-sendi tulang lain yang jauh dari spine, begitu juga pada organ-organ lain, seperti mata-mata, jantung, paru-paru, dan ginjal-ginjal.
Ankylosing spondylitis berbagi banyak ciri-ciri dengan beberapa kondisi-kondisi arthritis lain, seperti psoriatic arthritis, reactive arthritis, dan arthritis yang berhubungan dengan penyakit Crohn dan radang borok usus besar (ulcerative colitis). Setiap dari kondisi-kondisi arthritis ini dapat menyebabkan penyakit dan peradangan pada spine, sendi-sendi tulang lain, mata-mata, kulit, mulut, dan beragam organ-organ. Mengingat bahwa persamaan dan kecenderungan mereka menyebabka peradangan dari spine, kondisi-kondisi ini secara kolektif dirujuk sebagai “spondyloarthropathies”.
Ankylosing spondylitis adalah dua sampai tiga kali lebih umum pada pria-pria daripada pada wanita-wanita. Pada wanita-wanita, tulang-tulang sendi yang berjauhan dari spine lebih sering dipengaruhi daripada pada pria-pria. Ankylosing spondylitis mempengaruhi semua kelompok umur, termasuk anak-anak. Umur yang paling umum timbulnya gejala-gejala adalah di dekade kedua dan ketiga dari kehidupan.
Iritis dikarakteristikan dengan kemerahan dan nyeri pada mata, terutama ketika melihat pada sinar-sinar yang terang. Serangan-serangan yang terjadi kembali dari iritis dapat mempengaruhi kedua mata. Sebagai tambahan pada iris, badan siliari (ciliary body) dan koroid (choroid) dari mata dapat meradang dan ini dirujuk sebagai uveitis. Iritis dan uveitis dapat menjadi komplikasi-komplikasi yang serius dari ankylosing spondylitis yang dapat merusak mata dan mengganggu penglihatan, dan mungkin memerlukan suatu pelayanan yang mendesak dari seorang spesialis mata (ophthalmologist).
Kecenderungan mengembangkan ankylosing spondylitis dipercayai adalah diwariskan secara genetik, dan mayoritas (hampir 90%) dari pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dilahirkan dengan gen HLA-B27. Tes-tes darah telah dikembangkan untuk mendeteksi marker gen HLA-B27 dan telah memajukan pengertian kita tentang hubungan antara HLA-B27 dan ankylosing spondylitis.
Gen HLA-B27 tampaknya hanya meningkatkan kecenderungan mengembangkan ankylosing spondylitis, dimana beberap faktor-faktor tambahan, mungkin lingkungan, adalah perlu untuk timbulnya penyakit atau menjadi jelas.
Contohnya, ketika 7% dari populasi Amerika mempunyai gen HLA-B27, hanya 1% dari populasi yang benar-benar mempunyai penyakit ankylosing spondylitis. Di bagian utara Skandinavia (Lapland), 1.8% dari populasi mepunyai ankylosing spondylitis sedangkan 24% dari populasi umum mempunyai gen HLA-B27. Bahkan diantara individu-individu yang positif HLA-B27, risiko mengembangkan ankylosing spondylitis tampaknya lebih jauh berhubungan dengan keturunan. Pada individu-individu yang positif HLA-B27 yang mempunyai saudara-saudara dengan penyakit ini, risiko mereka mengembangkan ankylosing spondylitis adalah 12% (enam kali lebih besar daripada mereka yang saudara-saudaranya tidak mempunyai ankylosing spondylitis).
Akhir-akhir ini, dua lagi gen-gen telah diidentifikasikan yang berkaitan dengan ankylosing spondylitis. Gen-gen ini disebut ARTS1 dan IL23R. Gen-gen ini tampaknya memainkan suatu peran dalam mempengaruhi fungsi imun. Diantisipasikan bahwa dengan mengerti efek-efek dari setiap dari gen-gen yang diketahui ini, peneliti-peneliti akan membuat kemajuan-kemajuan yang signifikan dalam menemukan suatu penyembuhan untuk ankylosing spondylitis.
Bagaimana peradangan terjadi dan menetap pada organ-organ dan sendi-sendi tulang yang berbeda pada ankylosing spondylitis adalah suatu persoalan dari penelitian yang aktif. Setiap individu cenderung mempunyai pola unik kehadiran dan aktivitas dari penyakit mereka sendiri.
Peradangan awal mungkin adalah suatu akibat dari aktivitas dari sistim imun tubuh oleh suatu infeksi bakteri atau suatu kombinasi dari kuman-kuman infeksi. Sekali diaktifkan, sistim imun tubuh menjadi tidak mampu untuk memadamkannya sendiri, meskipun infeksi bakteri awal mungkin telah hilang lama. Peradangan jaringan yang kronis yang berakibat dari aktivitas yang terus menerus dari sistim imun tubuh pada ketidakhadiran dari infeksi yang aktif adalah tanda dari suatu penyakit peradangan autoimun.
by totalkesehatananda.com and doktersehat.com
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
March 25th, 2010 at 3:00 pm
@Indra Kusumo Margono –
Mas Indra terima kasih atas share ankylosing spondylitis, saya kayaknya juga terkena penyakit tsb dan ingin bagi pengalaman ternmasuk kemana konsul dokternya, karena saya juga sudah ke dokter spesialis macam2 belum ada yang cocok. Kapan2 saya akan call mas indra saya sudah catat nomornya mudah2an bisa connect. Tks
Salam
F. Iskandar
031-70984201
08113418334
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
March 25th, 2010 at 4:50 pm
@christinamason82@yahoo.com –
Terima kasih atas sharingnya sehingga bisa memberi gambaran saya ttg penyakit AS, mohon bisa dikirimkan ebooknya biar saya pelajari, terima kasih sebelumnya.
email saya : kendar@telkom.co.id
F. Iskandar
03170984201
08113418334
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
March 29th, 2010 at 11:17 pm
mas, saya jg ada as.. sejak umur 20.. & sudah kaku, yg saya mau tanya apa bisa disembuhkan.. saya gak berharap bisa lentur lagi.. paling tidak berhenti konsumsi obat..
saya berharap jawabannya.. terima kasih
Setuju atau Tidak Setuju:
4
0
April 29th, 2010 at 1:19 pm
@hengky –
Saya sudah 2 kali nulis sharing di rubrik ini, tapi belum ada yang nanggapi, mudah2an yang sama mengalami AS bisa share di sini. Tks
F. Iskandar
03170984201
08113418334
Setuju atau Tidak Setuju:
1
0
July 5th, 2010 at 6:56 am
@D Tunardy (d.tunardy@yahoo.com) -
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
August 12th, 2010 at 11:03 pm
mas, mau tanya.. kakakku kena penyakit ankylosing ini,,, >.<
hm,,, sudah ke rumah sakit internasional..juga udah minum obat bahkan check up tiap bulan LED nya juga berangsur turun tetapi terkadang naik lagi,,,
saya sangat cemas… apa penyakit ini bisa disembuhkan?? soalnya kkq udah kena 1 tahun yg lalu.. mohon di balas mas.. terima kasih
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
August 14th, 2010 at 5:28 pm
coba contact dr Leong Keng Hong di Mount Elisabeth hospital Singapore , beliau ahli rematik . th 1997 yang lalu , saya didiagnosa AS oleh dokter Tae Chong Hay (dr Singapore) juga , dilakukan pengobatan NSAID , keadaan membaik. kemudian th 2007 yg lalu , saya mengalami gejala serupa , kemudian saya ke dr LKH , nah semua data saya bawa , tapi hasilnya dimentahkan beliau , bahwa saya tidak menderita AS (ankylosing sphondylitis), karena data-2 tidak mendukung. akhirnya cuman dikasih obat pain killer dosis ringan dan pelemas otot saja . Jadi sampai sekarang saya nggak ngerti sakitnya apa , yang penting udah sembuh. Beberapa data yang perlu dipertimbangkan : GEN HLA B27 saya positif (tapi tidak bisa dipastikan yang punya gen ini pasti kena AS ), foto sacro illiact joint juga tidak mendukung terjadinya perekatan (ini berbeda foto rontgent th 1997 meragukan) , agak ngeri juga , karena saudara sepupu saya didiagnosa AS ,(takut genetik) dan kalo yang ini positif , saya percaya karena semua data mengarah kesana , kita bisa sebut bamboo spine . Mohon maaf, saya nggak niat memuji-2 dokter Singapore , karena saya kasih 2 contoh yang bertentangan , cuman sebelum kesana , saya sempat ke 7 orang dokter di Jakarta (beberapa dokter spesialis ahli, bahkan dokter kepresidenan) , mulai dari dokter syaraf , tulang , rematik , tapi tidak ada yang bisa memberi saya penjelasan dan pengobatan yang menyembuhkan . Dan yang menyakitkan , ada seorang dokter yang menyatakan saya kurang gizi , hanya karena waktu itu saya cuman anak kost ….
Jadi sekedar sharing , perlu data yang kuat untuk menegakkan diagnosis seseorang mengidap AS . demikian semoga berguna .
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0