Ankylosing spondylitis (rematik sistemik)

Ankylosing spondylitis (rematik sistemik)

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati

DokterSehat – Ankylosing spondylitis adalah suatu bentuk peradangan kronis dari tulang belakang (spine) dan sendi-sendi tulang sacroiliac (sacroiliac joints). Sacroiliac joints berlokasi pada belakang bawah dimana sakrum (tulang kelangkang, tulang yang tepat berada diatas tulag ekor) bertemu tulang-tulang ilium (tulang-tulang yang berada di kedua sisi dari bokong atas). Peradangan kronis pada area-area ini menyebabkan nyeri dan kekakuan dalam dan sekitar tulang belakang (spine). Dengan berjalannya waktu, peradangan spine yang kronis (spondylitis) dapat menjurus pada suatu penyatuan bersama sepenuhnya (fusion) dari vertebra-vertebra, suatu proses yang dirujuk sebagai ankylosis. Ankylosis menjurus pada kehilangan mobilitas dari tulang belakang (spine).

Ankylosing spondylitis adalah juga suatu penyakit rematik sistemik, yang berarti ia dapat mempengaruhi jaringan-jaringan lain diseluruh tubuh. Karena itu, ia dapat menyebabkan peradangan atau luka pada sendi-sendi tulang lain yang jauh dari spine, begitu juga pada organ-organ lain, seperti mata-mata, jantung, paru-paru, dan ginjal-ginjal.

Ankylosing spondylitis berbagi banyak ciri-ciri dengan beberapa kondisi-kondisi arthritis lain, seperti psoriatic arthritis, reactive arthritis, dan arthritis yang berhubungan dengan penyakit Crohn dan radang borok usus besar (ulcerative colitis). Setiap dari kondisi-kondisi arthritis ini dapat menyebabkan penyakit dan peradangan pada spine, sendi-sendi tulang lain, mata-mata, kulit, mulut, dan beragam organ-organ. Mengingat bahwa persamaan dan kecenderungan mereka menyebabka peradangan dari spine, kondisi-kondisi ini secara kolektif dirujuk sebagai “spondyloarthropathies”.

Ankylosing spondylitis adalah dua sampai tiga kali lebih umum pada pria-pria daripada pada wanita-wanita. Pada wanita-wanita, tulang-tulang sendi yang berjauhan dari spine lebih sering dipengaruhi daripada pada pria-pria. Ankylosing spondylitis mempengaruhi semua kelompok umur, termasuk anak-anak. Umur yang paling umum timbulnya gejala-gejala adalah di dekade kedua dan ketiga dari kehidupan.

Gejala – gejala dan Efek dari Penyakit ini:

  • Timbulnya gejala secara insidentil/ tiba-tiba, dapat berupa: nyeri atau kekakuan pada tulang belakang. Yang pertama kali dirasakan biasanya daerah sendi panggul kemudian menjalar keatas, berturut-turut ke daerah tulang punggung bawah (daerah lumbal), daerah tulang punggung atas (thoracal), dan daerah tulang leher (cervical).
  • Peradangn spine menyebabkan nyeri dan kekakuan pada belakang bawah , area bokong atas, leher, dan sisanya spine. Timbulnya nyeri dan kekakuan biasanya secara berangsur-angsur dan memburuk secara progresif melalui waktu berbulan-bulan
  • Hati-hati sering terjadi patah tulang pada daerah tulang punggung bawah (lumbal) dan tulang leher bagian bawah (lower cervical)
  • Jika proses penyakit berlanjut terus dapat mempengaruhi pernafasan karena ekspansi dada terganggu. Ankylosing spondylitis dapat menyebabkan peradangan dan luka goresan pada paru-paru, menyebabkan batuk dan sesak napas, terutama dengan latihan dan infeksi-infeksi. Oleh karenanya, kesulitan bernapas dapat menjadi suatu komplikasi yang serius dari ankylosing spondylitis.
  • Pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dapat juga mempunyai arthritis pada sendi-sendi tulang yang lain daripada tulang belakang (spine). Pasien-pasien mugkin merasakan nyeri, kekakuan, panas, bengkak, kehangatan, dan/atau kemerahan pada tulang-tulang sendi seperti pinggul-pinggul, lutut-lutut, dan pergelangan-pergelangan. Adakalanya, tulang-tulang sendi yang kecil dari jari-jari kaki dapat meradang, atau berbentuk “sosis”. Beberapa pasien-pasien dengan penyakit ini mengembangkan Achilles tendinitis, menyebabkan nyeri dan kekakuan pada belakang tumit, terutama jika bertolak dengan kaki ketika naik tangga-tangga. Peradangan jaringan-jaringan dari alas kaki, plantar fasciitis, terjadi lebih sering pada orang-orang dengan ankylosing spondylitis.
  • Area-area lain dari tubuh yang dipengaruhi oleh ankylosing spondylitis termasuk mata-mata, jantung, dan ginjal-ginjal. Pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dapat mengembangkan peradangan pada iris, disebut iritis
  • Iritis dikarakteristikan dengan kemerahan dan nyeri pada mata, terutama ketika melihat pada sinar-sinar yang terang. Serangan-serangan yang terjadi kembali dari iritis dapat mempengaruhi kedua mata. Sebagai tambahan pada iris, badan siliari (ciliary body) dan koroid (choroid) dari mata dapat meradang dan ini dirujuk sebagai uveitis. Iritis dan uveitis dapat menjadi komplikasi-komplikasi yang serius dari ankylosing spondylitis yang dapat merusak mata dan mengganggu penglihatan, dan mungkin memerlukan suatu pelayanan yang mendesak dari seorang spesialis mata (ophthalmologist). 

  • Suatu komplikasi yang jarang dari ankylosing spondylitis melibatkan luka parut dari sistim elektrik jantung, menyebabkan suatu denyut jantung yang abnormal rendah. Suatu alat pemacu jantung mungkin perlu pada pasien-pasien ini untuk mempertahankan denyut jantung dan hasil (output) yang memadai. Bagian aorta yang paling dekat dengan jantung dapat meradang, berakibat pada kebocoran dari klep aorta. Pasien-pasien ini dapat mengembangkan sesak napas, kepeningan, dan gagal jantung.
  • Spondylitis yang lanjut dapat menjurus pada endapan-endapan yang disebut amyloid kedalam ginjal-ginjal dan berakibat pada kegagalan ginjal. Penyakit ginjal yang progresif dapat menjurus pada kelelahan kronis dan mual dan dapat memerlukan pembuangan racun-racun darah yang terakumulasi dengan suatu mesin penyaringan (dialysis).

 

Penyebab-Penyebab Ankylosing Spondylitis

Kecenderungan mengembangkan ankylosing spondylitis dipercayai adalah diwariskan secara genetik, dan mayoritas (hampir 90%) dari pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dilahirkan dengan gen HLA-B27. Tes-tes darah telah dikembangkan untuk mendeteksi marker gen HLA-B27 dan telah memajukan pengertian kita tentang hubungan antara HLA-B27 dan ankylosing spondylitis.

Gen HLA-B27 tampaknya hanya meningkatkan kecenderungan mengembangkan ankylosing spondylitis, dimana beberap faktor-faktor tambahan, mungkin lingkungan, adalah perlu untuk timbulnya penyakit atau menjadi jelas.

Contohnya, ketika 7% dari populasi Amerika mempunyai gen HLA-B27, hanya 1% dari populasi yang benar-benar mempunyai penyakit ankylosing spondylitis. Di bagian utara Skandinavia (Lapland), 1.8% dari populasi mepunyai ankylosing spondylitis sedangkan 24% dari populasi umum mempunyai gen HLA-B27. Bahkan diantara individu-individu yang positif HLA-B27, risiko mengembangkan ankylosing spondylitis tampaknya lebih jauh berhubungan dengan keturunan. Pada individu-individu yang positif HLA-B27 yang mempunyai saudara-saudara dengan penyakit ini, risiko mereka mengembangkan ankylosing spondylitis adalah 12% (enam kali lebih besar daripada mereka yang saudara-saudaranya tidak mempunyai ankylosing spondylitis).

Akhir-akhir ini, dua lagi gen-gen telah diidentifikasikan yang berkaitan dengan ankylosing spondylitis. Gen-gen ini disebut ARTS1 dan IL23R. Gen-gen ini tampaknya memainkan suatu peran dalam mempengaruhi fungsi imun. Diantisipasikan bahwa dengan mengerti efek-efek dari setiap dari gen-gen yang diketahui ini, peneliti-peneliti akan membuat kemajuan-kemajuan yang signifikan dalam menemukan suatu penyembuhan untuk ankylosing spondylitis.

Bagaimana peradangan terjadi dan menetap pada organ-organ dan sendi-sendi tulang yang berbeda pada ankylosing spondylitis adalah suatu persoalan dari penelitian yang aktif. Setiap individu cenderung mempunyai pola unik kehadiran dan aktivitas dari penyakit mereka sendiri.

Peradangan awal mungkin adalah suatu akibat dari aktivitas dari sistim imun tubuh oleh suatu infeksi bakteri atau suatu kombinasi dari kuman-kuman infeksi. Sekali diaktifkan, sistim imun tubuh menjadi tidak mampu untuk memadamkannya sendiri, meskipun infeksi bakteri awal mungkin telah hilang lama. Peradangan jaringan yang kronis yang berakibat dari aktivitas yang terus menerus dari sistim imun tubuh pada ketidakhadiran dari infeksi yang aktif adalah tanda dari suatu penyakit peradangan autoimun.

by totalkesehatananda.com and doktersehat.com

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)



Artikel Sejenis

30 Comments »

« Previous123Next »
  1. avatar comment-top

    umur saya 37 th.saya mengalami kaku dan nyeri sakit di tangan saya udah 7tn.saya sudah berobat ke malaysia,sangapura,termasuk ind juga. tapi sampai skarang tidak ada penyelesaiannya.dan setahun ini dengkul saya sebelah kiri suka bengkak menurut dr.itu ada cairan di dlm dengkul.dan hrs di sedot.saya bingung menurut dr malaisia saya menderita r.a.klw di singapura saya kena spondylosis di leher.jd mana yg benar dan hrs kemna saya berobat?selama ini saya sudah ke dr bg rematologi.apakah itu sudah tepat?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    saya ingin membagi jalan keluar pada para penderita anclosing spondilitis.saya sdh menderita selama 21thn.berobat kemana2.ya menenukan penyembuhan.cuma minum obat menahan sakit.tapi sampai kapan ak harus minum obat?kalau datang sakitnya.akhirnya ak mencoba berenang.dan hasilnya memuaskan.sampai 3thn berenang dan nyeri tak terasa lagi.dan tak pernah minum obat.memang agak aneh tapi boleh dicoba.selamat berenang.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar
    christinamason82@yahoo.com Says:
    August 25th, 2009 at 2:55 pm
    comment-top

    Halo semua,

    sekedar memberikan pencerahan pengobatan saja bagi yang mengidap AS.

    sebelumnya, Suami saya (sekarang umur 29 tahun) sudah 5 tahun hidup dengan
    badan yang luar biasa kaku, jangan ditanya penderitaannya seperti apa.

    terhitung dari tanggal 1 juli 2009 – 20 agustus 2009, dia bahkan sulit luar
    biasa untuk bangun dari ranjang, bahkan berjalan pun hampir tidak mungkin.

    sebelumnya kita mengira kelainan pada tulang belakang lebih bersifat
    mekanikal saja, sehingga operasi tulang belakang pun dilakukan oleh Dr.
    Bambang di RS Gading Pluit pada Desember 2007

    Mama saya pun juga mengalami kelainan tulang belakang, dan operasi dengan
    Beliau juga di Januari 2008, hasilnya bagus, sekarang hampir tidak pernah
    merasa nyeri lagi.

    Berbeda dengan suami saya yang tidak mengalami perbedaan berarti, hingga
    akhirnya 2 minggu lalu, tepatnya 20 Agustus 2009, Suami saya pun divonis
    dokter memiliki AS, dan jika dilihat dari foto foto ronsen sebelumnya,
    ternyata AS ini sudah ada di dalam tubuh suami saya sejak 5 tahun yang
    lalu. terlihat ada pelekatan pada 2 ruas tulang belakang

    Pengobatan dan pencegahan yang dianjurkan Dokter ini luar biasa mahal,
    suntik enbrel dan infus yang memakan biaya sekitar 22 juta rupiah per
    BULAN! entah sampai kapan harus dilakukan pengobatan ini.

    frustasi dan seperti rasanya dunia berakhir itulah yang kami rasakan.

    Di tanggal 20 Agustus itu pula lah saya langsung mulai melakukan riset di
    internet dengan googling kata pencarian cure ankylosing spondylitis, dan
    googling ankylosing spondiylitis community, dan saya menemukan website
    (dalam bahasa inggris) http://www.conquer-as.com yang menjual e-book bagaimana
    menyembuhkan AS, akhirnya menolong kondisi suami saya. Syukur tiada henti
    kami panjatkan. (BAGI yang ingin e-booknya saya kirimkan, email saja ke
    saya ya, e-book dalam bahasa inggris saya kirimkan GRATIS).

    saran-saran dari penulis e-book yang dulunya mengidap AS tapi sekarang
    sudah pain free ini juga tidak langsung saya percaya saja, saya riset lagi
    di internet melalui forum forum komunitas pengidap AS, dan ternyata betul
    adanya dan Suami saya telah membuktikan sendiri kebenarannya. Setelah 4
    hari menjalankan apa yang disarankan. Suami mulai mendapatkan
    flexibilitasnya kembali, bisa jalan, dan rasa kaku berkurang drastisss!!

    Intinya yang dianjurkan bagi pengidap AS adalah:

    1. Mengurangi hingga akhirnya MENGHINDARI TOTAL semua makanan yang
    mengandung tepung (starch), diinternet istilah ini lebih dikenal dengan Low
    Starch Diet (LSD) silahkan google “LSD for Ankylosing Spondylitis”

    Logikanya adalah makanan2 seperti pasta, piza, roti, nasi, mengandung
    karbohidrat yang dikonsumsi oleh bakteri klebsiella penyebab AS, jadi
    tujuan kita adalah membuat bakteri ini menjadi lapar
    sekali lagi silahkan search di google relevansi bakteri ini dengan AS

    Makanan yang membantu mengurangi AS sehingga makin banyak dikonsumsi makin
    baik adalah : BROKOLI, BAWANG PUTIH, KEMBANG KOL, ALPUKAT, IKAN, dan masih
    banyak lagi. DAGING adalah makanan yang netral, tapi hindari daging sapi
    yang diternak dengan memakan jagung (corn fed)

    2. Konsumsi Fish Oil Omega 3, 1000mg setiap hari, Suami saya selalu makan
    tablet fish oil ini setiap sebelum makan

    3. Konsumsi digestive enzym (enzim pencernaan) setiap sehabis makan. Kalau
    saya biasanya belikan suami Enzyplex di apotik Century, dan selalu konsumsi
    setiap sehabis makan. enzim pencernaan ini bagus untuk semakin mencerna
    asupan makanan yang masuk sehingga makin mengurangi gumpakan makanan
    tersisa untuk dikonsumsi bakteri klebsiella

    4. Bagi penderita AS yang masih bisa memungkinkan untuk melakukan
    pemanasan/stretching, LAKUKANLAH SETIAP HARI. olahraga paling baik adalah
    BERENANG, jika masih belum bisa berenang, lakukanlah stretching di kolam
    renang, hingga akhirnya bisa mulai berenang pelan-pelan.

    5. menghentikan pemakaian NSAID seperti celebrex, vioxx, dll (karena efek
    samping ke lambung yang sangat buruk)

    6. sebagai pengganti dari NSAID, mulailah mengkonsumsi Naltrexone dosis
    rendah, 4.5mg saja setiap malam sebelum tidur.

    Naltrexone bisa anda beli online di http://www.rumahfarmasi.com dengan nama produk
    ReVia Naltrexone yang terdiri dari 24 tablet berdosis @50mg. harganya 2.4
    jutaan. Tapi ingat kita hanya membutuhkan 4.5mg saja setiap malam jadi 2.4
    juta itu adalah utk pemakaian setahun. (cara pemakaian 4.5mg, 1 tablet
    dicampur 50 ml air aqua (distilled water), diamkan hingga larut, kemudian
    ambil pakai sedotan model suntikan obat utk bayi sebanyak 4.5mg, karena
    rasanya yang pait banget, dilarutkan saja didalam teh camomile, efek
    samping dari obat ini di awal awal pemakaian adalah susah tidur, oleh
    karena itu sangat dianjurkan dicampur dengan teh camomile untuk mengurangi
    efek samping tersebut.

    Anda bisa search sendiri di internet dengan googling kata-kata “low dose
    naltrexone help ankylosing spondylitis” dan baca sendiri testimonial2
    mengaggumkan dari para penderita AS yang langsung merasa efeknya seharis
    setelah pemakaian obat ini.

    Naltrexone sendiri sebenarnya adalah obat untuk menyembuhkan pecandu
    narkotik, tapi riset terakhir yang dilakukan oleh Dr Bihari, membuktikan
    bahwa pemakaian dosis rendah dari Naltrexone ini bisa memperlambat bahkan
    menghentikan total penyebaran Ankylosing.

    7. Jika sampai langkah nomor 6, rasa sakit masih belum berkurang secara
    signifikan, mulailah menghindari makanan yang mengandung susu, seperti susu
    dan keju lembek (soft cheese), selain itu juga disarankan menghindari
    makanan yang mengandung omega 6 dan omega 9.

    8. BERHENTI total merokok, karena AS nantinya juga akan mempengaruhi ruang
    napas. Dan hindari konsumsi alkohol.

    9. Mengurangi inflamasi pada intestine dengan sulfasalazine, terus terang
    sampai sekarang saya ga tau untuk yang ini belinya dimana.

    tetapi sepertinya suami saya tidak terlalu membutuhkan yg nomor 9 karena
    dengan baru menjalankan langkah 1 – 4, hasilnya sudah terlihat sangat
    nyata! dia belum pernah serilex ini selama 5 tahun terakhir, dan itu hanya
    baru 4 HARI menjalankan metode ini.

    Ingat, saya bukan dokter, tapi saya rajin membaca,dan menggali informasi,
    poin2 diatas adalah poin2 yang disampaikan didalam buku yang ditulis oleh
    Micah Cranman, seorang penderita AS yang kini akhirnya bebas dari rasa
    sakitnya.

    Jika Anda bertanya kenapa kok dokter tidak pernah menyebutkan step2 diatas
    ketika Anda berkonsultasi, well, jika anda baca ke http://www.conquer-as.com, anda
    tau sendiri jawabannya.

    Dan saya juga tidak ada relasi apapun dengan penulis di http://www.conquer-as.com,
    saya hanya ingin membantu sesama yang merasakan sakit serupa, karena saya
    tau sekali bagaimana rasa penderitaannya itu.

    Salam,

    Christina.

    Replyhttp://www.conquer-as.com yang menjual e-book bagaimana\r\nmenyembuhkan AS, akhirnya menolong kondisi suami saya. Syukur tiada henti\r\nkami panjatkan. (BAGI yang ingin e-booknya saya kirimkan, email saja ke\r\nsaya ya, e-book dalam bahasa inggris saya kirimkan GRATIS).\r\n\r\nsaran-saran dari penulis e-book yang dulunya mengidap AS tapi sekarang\r\nsudah pain free ini juga tidak langsung saya percaya saja, saya riset lagi\r\ndi internet melalui forum forum komunitas pengidap AS, dan ternyata betul\r\nadanya dan Suami saya telah membuktikan sendiri kebenarannya. Setelah 4\r\nhari menjalankan apa yang disarankan. Suami mulai mendapatkan\r\nflexibilitasnya kembali, bisa jalan, dan rasa kaku berkurang drastisss!!\r\n\r\nIntinya yang dianjurkan bagi pengidap AS adalah:\r\n\r\n1. Mengurangi hingga akhirnya MENGHINDARI TOTAL semua makanan yang\r\nmengandung tepung (starch), diinternet istilah ini lebih dikenal dengan Low\r\nStarch Diet (LSD) silahkan google \"LSD for Ankylosing Spondylitis\"\r\n\r\nLogikanya adalah makanan2 seperti pasta, piza, roti, nasi, mengandung\r\nkarbohidrat yang dikonsumsi oleh bakteri klebsiella penyebab AS, jadi\r\ntujuan kita adalah membuat bakteri ini menjadi lapar\r\nsekali lagi silahkan search di google relevansi bakteri ini dengan AS\r\n\r\nMakanan yang membantu mengurangi AS sehingga makin banyak dikonsumsi makin\r\nbaik adalah : BROKOLI, BAWANG PUTIH, KEMBANG KOL, ALPUKAT, IKAN, dan masih\r\nbanyak lagi. DAGING adalah makanan yang netral, tapi hindari daging sapi\r\nyang diternak dengan memakan jagung (corn fed)\r\n\r\n2. Konsumsi Fish Oil Omega 3, 1000mg setiap hari, Suami saya selalu makan\r\ntablet fish oil ini setiap sebelum makan\r\n\r\n3. Konsumsi digestive enzym (enzim pencernaan) setiap sehabis makan. Kalau\r\nsaya biasanya belikan suami Enzyplex di apotik Century, dan selalu konsumsi\r\nsetiap sehabis makan. enzim pencernaan ini bagus untuk semakin mencerna\r\nasupan makanan yang masuk sehingga makin mengurangi gumpakan makanan\r\ntersisa untuk dikonsumsi bakteri klebsiella\r\n\r\n4. Bagi penderita AS yang masih bisa memungkinkan untuk melakukan\r\npemanasan\/stretching, LAKUKANLAH SETIAP HARI. olahraga paling baik adalah\r\nBERENANG, jika masih belum bisa berenang, lakukanlah stretching di kolam\r\nrenang, hingga akhirnya bisa mulai berenang pelan-pelan.\r\n\r\n5. menghentikan pemakaian NSAID seperti celebrex, vioxx, dll (karena efek\r\nsamping ke lambung yang sangat buruk)\r\n\r\n6. sebagai pengganti dari NSAID, mulailah mengkonsumsi Naltrexone dosis\r\nrendah, 4.5mg saja setiap malam sebelum tidur.\r\n\r\nNaltrexone bisa anda beli online di http://www.rumahfarmasi.com dengan nama produk\r\nReVia Naltrexone yang terdiri dari 24 tablet berdosis @50mg. harganya 2.4\r\njutaan. Tapi ingat kita hanya membutuhkan 4.5mg saja setiap malam jadi 2.4\r\njuta itu adalah utk pemakaian setahun. (cara pemakaian 4.5mg, 1 tablet\r\ndicampur 50 ml air aqua (distilled water), diamkan hingga larut, kemudian\r\nambil pakai sedotan model suntikan obat utk bayi sebanyak 4.5mg, karena\r\nrasanya yang pait banget, dilarutkan saja didalam teh camomile, efek\r\nsamping dari obat ini di awal awal pemakaian adalah susah tidur, oleh\r\nkarena itu sangat dianjurkan dicampur dengan teh camomile untuk mengurangi\r\nefek samping tersebut.\r\n\r\nAnda bisa search sendiri di internet dengan googling kata-kata \"low dose\r\nnaltrexone help ankylosing spondylitis\" dan baca sendiri testimonial2\r\nmengaggumkan dari para penderita AS yang langsung merasa efeknya seharis\r\nsetelah pemakaian obat ini.\r\n\r\nNaltrexone sendiri sebenarnya adalah obat untuk menyembuhkan pecandu\r\nnarkotik, tapi riset terakhir yang dilakukan oleh Dr Bihari, membuktikan\r\nbahwa pemakaian dosis rendah dari Naltrexone ini bisa memperlambat bahkan\r\nmenghentikan total penyebaran Ankylosing.\r\n\r\n7. Jika sampai langkah nomor 6, rasa sakit masih belum berkurang secara\r\nsignifikan, mulailah menghindari makanan yang mengandung susu, seperti susu\r\ndan keju lembek (soft cheese), selain itu juga disarankan menghindari\r\nmakanan yang mengandung omega 6 dan omega 9.\r\n\r\n8. BERHENTI total merokok, karena AS nantinya juga akan mempengaruhi ruang\r\nnapas. Dan hindari konsumsi alkohol.\r\n\r\n9. Mengurangi inflamasi pada intestine dengan sulfasalazine, terus terang\r\nsampai sekarang saya ga tau untuk yang ini belinya dimana.\r\n\r\ntetapi sepertinya suami saya tidak terlalu membutuhkan yg nomor 9 karena\r\ndengan baru menjalankan langkah 1 – 4, hasilnya sudah terlihat sangat\r\nnyata! dia belum pernah serilex ini selama 5 tahun terakhir, dan itu hanya\r\nbaru 4 HARI menjalankan metode ini.\r\n\r\nIngat, saya bukan dokter, tapi saya rajin membaca,dan menggali informasi,\r\npoin2 diatas adalah poin2 yang disampaikan didalam buku yang ditulis oleh\r\nMicah Cranman, seorang penderita AS yang kini akhirnya bebas dari rasa\r\nsakitnya.\r\n\r\nJika Anda bertanya kenapa kok dokter tidak pernah menyebutkan step2 diatas\r\nketika Anda berkonsultasi, well, jika anda baca ke http://www.conquer-as.com, anda\r\ntau sendiri jawabannya.\r\n\r\nDan saya juga tidak ada relasi apapun dengan penulis di http://www.conquer-as.com,\r\nsaya hanya ingin membantu sesama yang merasakan sakit serupa, karena saya\r\ntau sekali bagaimana rasa penderitaannya itu.\r\n\r\n\r\nSalam,\r\n\r\nChristina.’); return false;”>Quote

    Komentar yang Sangat Berguna. Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 6 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar
    Dokter Sehat Says:
    October 25th, 2009 at 10:52 pm
    comment-top

    @Antonius

    benar sekali, berenang sangat membantu untuk mengatasi penyakit ini. Pengatasan atas penyakit ini yang paling mujarab adalah sering berolah raga khususnya berenang.

    Salam

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    dok, sya cowo umur 16, tapi dari kecil mungkin dari SD itu saya sering sekali merasakan sakit/nyeri pada bagian pantat, paha bagian blakang, dan lutut. penyakit ini selalu bergantian antara kaki kanan dan kiri. misalnya kalo yg kanan sakit, yang kiri tidak. Penyakit ini seakan2 menjadi bagian dalam hidup saya, bahkan hanya saat berjalan, sya sering merasa kesakitan yang luar biasa. Kata orang tua saya, penyakit ini turunan, karna mama saya juga sering merasakan hal yang sama dengan saya. Frekuensi nya pun bisa dikatakan sangat sering, karna yang biasanya saya alami itu, sakitnya 1 minggu, trus sembuh 3 hari, kemudian sakit lagi hingga 2 minggu, dan begitu terus berulang-ulang..
    Saya mau tanya, penyakit apakah yang saya alami ini??? apa penyebabya??? dan adakah cara untuk sembuh permanent dari penyakit ini??? Saya mohon sekali saran dan masukan dari dokter… thanks a lot….

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    Cara menghilangkan skt pegel pinggang dgn cara pakai alat penarik tulang yg biasa di pakai buat peninggi badan.jadi tulang kita ketarik jd rasa pegel bisa hilang

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    Saya jg mengalami penyakit angkylosing. Tp saya ga tes darah.kata dokter liat hasil rongxen uda tau ak kena penyakit ini.ada seseorg yg sama penyakit ini tp dia bisa sembuh ama shinse.cara pengobatannya adalah :memaksa dorong tulang punggung yg bengkok jd lurus. Ternyata org itu sembuh.saya jg coba ke shinse itu tp aku tkt tulang aku dipaksain dorong ntar patah jadi saya berhenti ke shinse.memang aku uda terapi 2bln n badan jd ga bungkuk n pegel berkurang.tp semenjak ga ke shinse itu keadaan aku seperti ..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  8. avatar comment-top

    Seperti semula lg n skt pegel serta tenaga berkurang ga bisa angkat berat.tmn2 kl ada yg tau solusi buat sembuhkan penyakit angkylosing spondilitis kabarin aku di emai aku >> kevinnicholas95@yahoo.com

    Replykevinnicholas95@yahoo.com‘); return false;”>Quote

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  9. avatar comment-top

    tolong dikirim ebooknya via email saya diatas dan saya sangat percaya.thanks

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  10. avatar
    D Tunardy (d.tunardy@yahoo.com) Says:
    January 11th, 2010 at 12:52 pm
    comment-top

    trimakasih atas ulasan dan info yang diberikan ibu Christina Mason.
    Mohon bantuannya untuk dapat mengirimkan e-book mengenai ankylosing tersebut.
    Terimakasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
« Previous123Next »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Improve the web with Nofollow Reciprocity.