Suplemen Vitamin: Perlukah?

Suplemen Vitamin: Perlukah?

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati

Vitamin merupakan senyawa yang dibutuhkan untuk mengatur fungsi metabolisme dalam tubuh, perbaikan sel dan mencegah penuaan dini.Vitamin A, D, E, dan K larut lemak, sedangkan B dan C larut dalam air. Akibat stress, perubahan pola makan serta lingkungan yang makin berpolusi, kadar vitamin dalam tubuh pun berkurang. Kondisi ini memengaruhi imunitas, sehingga daya tahan tubuh menurun. Untuk mengatasinya banyak orang yang mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen. Suplemen adalah nutrisi yang ditambahkan kala tubuh membutuhkannya untuk proses metabolisme, misalnya saat stress atau dalam masa penyembuhan atau pada olahragawan. Namun bila tubuh tidak membutuhkan dan kita tetap mengkonsumsinya, maka akan terjadi kelebihan sehingga suplemen tidak lagi aman bagi tubuh.

 

Berbagai efek mengkonsumsi suplemen vitamin yang berlebihan di antaranya:

  • Kelebihan suplemen vitamin A bisa berisiko rapuh tulang (osteoporosis), nyeri   pada persendian, sakit kepala, kelelahan, rambut rontok, dll
  • Kelebihan suplemen vitamin B3 bisa merusak lever
  • Kelebihan suplemen vitamin B6 bisa merusak saraf
  • Kelebihan suplemen vitamin E menyebabkan diare dan sakit kepala

Agar tetap mendapatkan manfaat suplemen sebaiknya:

  1. Perhatikan label : manfaat produk, komposisi, dosis per hari, cara penyimpanan, peringatan pemakaian.
  2. Perhatikan cara penggunaan dan patuhi aturannya.
  3. Konsumsi suplemen vitamin di pagi hari.
  4. Vitamin larut lemak sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak untuk mendukung proses penyerapannya.
  5. Waktu konsumsi vitamineral harus konsisten dalam hal dosis maupun waktu.
  6. Jangan mengonsumsi suplemen secara berlebihan.
  7. Bila pola makan baik, tak perlu suplemen.
  8. Makan vitamin dan mineral yang berasal dari alam seperti sayur dan buah yang lebih aman
  9. Menjaga gaya hidup sehat seperti berhenti merokok dan menghindari minuman beralkohol.
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)



Artikel Sejenis

4 Comments »

  1. avatar comment-top

    Bagaimana kita mengetahui kalau kita kekurangan Vitamin, kelebihan vitamin, kapan kita membutuhkan dan kapan harus berhenti mengkonsumsi suplement
    Terimakasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar
    Dokter Sehat Says:
    November 18th, 2008 at 4:45 pm
    comment-top

    Setiap vitamin mempunyai dampak sendiri2 apabila terjadi kekurangan vitamin. Pada dasarnya perlu diingat tubuh tidak akan menyimpan kelebihan vitamin seperti hal nya kaborhidrat, apabila kelebihan vitamin, hanya akan di buang keluar dari tubuh. Tetapi memakan vitamin dalam jumlah besar juga dapat berdampak negatif.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    Saya saiful barokah, maaf dokter ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. Adakah interaksi obat dengan vitamin? Misalkan antibiotik dengan vitamin dan mineral tertentu? Tetangga kemarin kena DHF, katanya bisa meningkatkan trombosit dengan minum jus jambu, vitamin apa yang terkandung sehingga bisa meningkatkan trombosit? lalu tetangga yang satu, kena DHF juga, tapi yang ini diberi imunos. Setahu saya isinya echinose, apakah ada pengaruh signifikan antara echinose dengan kenaikan jumlah trombosit. Terimakasih dokter.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    Adakah obat luar yang bisa efektif mengatasi rambut rontok?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Improve the web with Nofollow Reciprocity.