BLIGHTED OVUM (KEHAMILAN KOSONG)

BLIGHTED OVUM (KEHAMILAN KOSONG)

Blighted ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada bayi di dalam kandungan. Seorang wanita yang mengalaminya juga merasakan gejala-gejala kehamilan seperti terlambat menstruasi, mual dan muntah pada awal kehamilan (morning sickness), payudara mengeras, serta terjadi pembesaran perut, bahkan saat dilakukan tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium hasilnya pun positif.

Pada saat konsepsi, sel telur (ovum) yang matang bertemu sperma. Namun akibat berbagai faktor maka sel telur yang telah dibuahi sperma tidak dapat berkembang sempurna, dan hanya terbentuk plasenta yang berisi cairan. Meskipun demikian plasenta tersebut tetap tertanam di dalam rahim. Plasenta menghasilkan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dimana hormon ini akan memberikan sinyal pada indung telur (ovarium) dan otak sebagai pemberitahuan bahwa sudah terdapat hasil konsepsi di dalam rahim. Hormon HCG yang menyebabkan munculnya gejala-gejala kehamilan seperti mual, muntah, ngidam dan menyebabkan tes kehamilan menjadi positif. Karena tes kehamilan baik test pack maupun laboratorium pada umumnya mengukur kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) yang sering disebut juga sebagai hormon kehamilan.

Hingga saat ini belum ada cara untuk mendeteksi dini kehamilan blighted ovum. Seorang wanita baru dapat diindikasikan mengalami blighted ovum bila telah melakukan pemeriksaan USG transvaginal. Namun tindakan tersebut baru bisa dilakukan saat kehamilan memasuki usia 6-7 minggu. Sebab saat itu diameter kantung kehamilan sudah lebih besar dari 16 milimeter sehingga bisa terlihat lebih jelas. Dari situ juga akan tampak, adanya kantung kehamilan yang kosong dan tidak berisi janin.

Karena gejalanya yang tidak spesifik, maka biasanya blighted ovum baru ditemukan setelah akan tejadi keguguran spontan dimana muncul keluhan perdarahan. Selain blighted ovum, perut yang membesar seperti hamil, dapat disebabkan hamil anggur (mola hidatidosa), tumor rahim atau penyakit usus.

Sekitar 60% blighted ovum disebabkan kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Infeksi TORCH, rubella dan streptokokus, penyakit kencing manis (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol, rendahnya kadar beta HCG serta faktor imunologis seperti adanya antibodi terhadap janin juga dapat menyebabkan blighted ovum. Risiko juga meningkat bila usia suami atau istri semakin tua karena kualitas sperma atau ovum menjadi turun.

Jika telah didiagnosis blighted ovum, maka tindakan selanjutnya adalah mengeluarkan hasil konsepsi dari rahim (kuretase). Hasil kuretase akan dianalisa untuk memastikan apa penyebab blighted ovum lalu mengatasi penyebabnya. Jika karena infeksi maka dapat diobati sehingga kejadian ini tidak berulang. Jika penyebabnya antibodi maka dapat dilakukan program imunoterapi sehingga kelak dapat hamil sungguhan.

Untuk mencegah terjadinya blighted ovum, maka dapat dilakukan beberapa tindakan pencegahan seperti pemeriksaan TORCH, imunisasi rubella pada wanita yang hendak hamil, bila menderita penyakit disembuhkan dulu, dikontrol gula darahnya, melakukan pemeriksaan kromosom terutama bila usia di atas 35 tahun, menghentikan kebiasaan merokok agar kualitas sperma/ovum baik, memeriksakan kehamilan yang rutin dan membiasakan pola hidup sehat.

6 Comments »

  1. avatar comment-top

    dokter, saya mau tanya..
    apakah bagi para ibu yang pernah mengalami kejadian seperti tersebut diatas, bisa hamil normal layaknya ibu hamil umumnya?
    sebelumnya terimakasih

    comment-bottom
  2. avatar
    dr. Valentine Says:
    August 22nd, 2008 at 2:06 pm
    comment-top

    Bila penyebabnya dapat diatasi, diharapkan bisa hamil normal. Untuk itu perlu penatalaksanaan yang tepat.

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    Dokter,
    Saya baru saja di kuret tgl 12 sept 08 karena di vonis BO. Padahal saya mens terakhir 20 juni 08 pada tgl 13 Agt 08 saya di nyatakan hamil 5 minggu tapi hanya kantung yang terlihat. lalu saya mengalami keputihan tapi tdk berbau krn takut saya tgl 22 agt 08 ke dokter dan di usg dan di nyatakan sehat serta kandungan saya baik dan berkembang. tetapai tgl 8 Sept saya mengalami flek serta pendarahan seperti mens lalu di nyatakan BO sehingga harus di kuret.
    Pertanyaan saya;
    1. Apa yang harus saya lakukan sekarang agar cepat hamil dantidak terulang kembali ?
    2. Apakah saya bisa hamil lagi? dan kapan waktu yang tepat untuk itu?
    Terima kasih banyak Dok…

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    thanks d info given ttg BO. hari ini hari ke 7 terlambt mens dan pagi tadi saya baru mens. Padahal saat telat kemarin-kemarin saya mengalami gejala sering buang air kecil, payudara bengkak, seperti PMS. apakah ada indikasi BO?lusa baru ke dokter. Sedikit penguatan saja, mohon dijawab. Darah yang keluar seperti mens biasa. Thx a ton

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    dear dokter …

    Saya jadi takut nih. Dok, usia saya 36 tahun dan kondisi sekarang hamil 6 minggu (menurut hasil USG dokter semalam). Secara fisik terlihat perubahan pada tubuh saya tapi dari hasil USG hanya terlihat kantung ketuban saja dan janin belum terlihat. Saya juga mengalami flek tapi kata dokter bisa jadi karena kecapean. Apakah saya bisa di indikasikan BO juga? namun dokter menyarankan untuk kembali cek lagi 2 minggu kedepan karena mungkin saja ada perubahan. Dok, apakah kondisi tersebut memang bisa berubah (tiba-tiba saja janin terlihat pada usia kehamilan lebih dari 6 minggu)? Mohon penjelasannya. Thx

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    Dok saya mau ty saya sudah menikah 5 thn tapi belum mempunyai keturunan,saya sudah sering periksa ke dokter kandungan katanya baik-baik saja,dan saya sering dikasih obat penyubur sehingga berat badan saya bertambah terus dan menstruasi saya sering telat..
    tolong dijawab ke email saya terima kasih dok

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment