<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Keputihan : apakah normal ?</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/</link>
	<description>Informasi Kesehatan dan Medical Indonesia</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 19:41:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: pui'k</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5190</link>
		<dc:creator>pui'k</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 08:05:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5190</guid>
		<description>Dokter,Saya umur 22 tahun,Baru aja menikah bulan desember Kemarin,langsung aja pada inti permasalahan dok,,,Saya mau tanya pada saat saya blom menikah saya sering keputihan tp keputihan itu normal2 saja tampa ada bau apapun,tetapi pada saat saya melakukan hubungan intim dgn suami otomatis daerah kewanitaan saya basah apalagi klo kita sudah orgasme tp knp baunya tidak enak atau amis,tetapi disaat saya tidak berhubungan intim di seharian saya keputihan itu tdk berbau.Apakah keluhan saya itu ada bahaya dok atau itu memang normal dok?thank's before</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dokter,Saya umur 22 tahun,Baru aja menikah bulan desember Kemarin,langsung aja pada inti permasalahan dok,,,Saya mau tanya pada saat saya blom menikah saya sering keputihan tp keputihan itu normal2 saja tampa ada bau apapun,tetapi pada saat saya melakukan hubungan intim dgn suami otomatis daerah kewanitaan saya basah apalagi klo kita sudah orgasme tp knp baunya tidak enak atau amis,tetapi disaat saya tidak berhubungan intim di seharian saya keputihan itu tdk berbau.Apakah keluhan saya itu ada bahaya dok atau itu memang normal dok?thank&#8217;s before</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aqiila</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5175</link>
		<dc:creator>aqiila</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 06:23:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5175</guid>
		<description>saya berusia 11 tahun , saya keputihan , warna putih susu , gatal disekitar vagina , lengket di vagina saya , tapi nggak berbau . apa ini disebabkan oleh jamur ? Terus apa yang belum menstruasi bisa kena kanker rahim &#38; serviks ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya berusia 11 tahun , saya keputihan , warna putih susu , gatal disekitar vagina , lengket di vagina saya , tapi nggak berbau . apa ini disebabkan oleh jamur ? Terus apa yang belum menstruasi bisa kena kanker rahim &amp; serviks ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: epi</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5168</link>
		<dc:creator>epi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 23:15:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5168</guid>
		<description>Dokter, saya wanita berusia 36 tahun. Saya mengalami kekuningan sejak berumur kira-kira 18 tahun. Sekarang kekuningannya masih ada dan jumlahnya semakin banyak. Kekunigan ini tidak berbau dan tidak terasa gatal. Apakah berbahaya? Bagaimana mengatasinya dan mencegahnya?

Terima kasih sebelumnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dokter, saya wanita berusia 36 tahun. Saya mengalami kekuningan sejak berumur kira-kira 18 tahun. Sekarang kekuningannya masih ada dan jumlahnya semakin banyak. Kekunigan ini tidak berbau dan tidak terasa gatal. Apakah berbahaya? Bagaimana mengatasinya dan mencegahnya?</p>
<p>Terima kasih sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dina</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5164</link>
		<dc:creator>Dina</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 15:19:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5164</guid>
		<description>dok.saya ber umur 13 tahun
saya mengalami keputihan yg sprti
warna putih seperti susu, kental, bau amis,dan sering gatal d'skitar vagina.

Apa saya harus cek-up ke dokter??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dok.saya ber umur 13 tahun<br />
saya mengalami keputihan yg sprti<br />
warna putih seperti susu, kental, bau amis,dan sering gatal d&#8217;skitar vagina.</p>
<p>Apa saya harus cek-up ke dokter??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: amel</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5155</link>
		<dc:creator>amel</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 00:19:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5155</guid>
		<description>dok.. saya mau tanya, saya 20 tahun.. 2 bulan 1.. 1minggu menjelang haid, saya kok keputihan berlebihan ya.. warna kuning kehijauan, banyak dan bau tidak sedap.. gatal n nyeri wkt mau pipis, yah.. kyak gejala GO itu.. nah,, dalam satu hari kan saya bisa seharian di kampus, karena nyambi jd student part time.. makanya kerasa jadi sangat lembab.. 
trus.. kadang sebelum mandi, saya coba bersiin vagina yg ada lendir keputihan dg katenbad[yg buat bersiin telinga].. eh.. kmrn itu ga sengaja kesogok[ketusuk] kedalemen.. dan bercak darah sedikit..
saya kira sudah dtg bulan..[lha.. tp kok mpe skrg blm juga].. kenapa ya,dok? ap ad mslh dg selaput dara kah?
apa saya harus check up ke dokter?

makasi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dok.. saya mau tanya, saya 20 tahun.. 2 bulan 1.. 1minggu menjelang haid, saya kok keputihan berlebihan ya.. warna kuning kehijauan, banyak dan bau tidak sedap.. gatal n nyeri wkt mau pipis, yah.. kyak gejala GO itu.. nah,, dalam satu hari kan saya bisa seharian di kampus, karena nyambi jd student part time.. makanya kerasa jadi sangat lembab..<br />
trus.. kadang sebelum mandi, saya coba bersiin vagina yg ada lendir keputihan dg katenbad[yg buat bersiin telinga].. eh.. kmrn itu ga sengaja kesogok[ketusuk] kedalemen.. dan bercak darah sedikit..<br />
saya kira sudah dtg bulan..[lha.. tp kok mpe skrg blm juga].. kenapa ya,dok? ap ad mslh dg selaput dara kah?<br />
apa saya harus check up ke dokter?</p>
<p>makasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: risal</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5154</link>
		<dc:creator>risal</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 15:36:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5154</guid>
		<description>dok.saya berusia 21 thun.saya ingin menanyakan sedikit masalah.
saya memiliki masalah terhadap penis saya.
terkadang jika saya buang air kecil. saya melihat air yg pertama kali dikeluarkan agak sedikit kotor (warna putih)...tidak kental.
dan jika di perhatikan air nya ada seperti kotoran kecil-kecil yg berwarna putih.  
apakah ini berdampak buruk.....?

terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dok.saya berusia 21 thun.saya ingin menanyakan sedikit masalah.<br />
saya memiliki masalah terhadap penis saya.<br />
terkadang jika saya buang air kecil. saya melihat air yg pertama kali dikeluarkan agak sedikit kotor (warna putih)&#8230;tidak kental.<br />
dan jika di perhatikan air nya ada seperti kotoran kecil-kecil yg berwarna putih.<br />
apakah ini berdampak buruk&#8230;..?</p>
<p>terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ade</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5146</link>
		<dc:creator>ade</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 09:13:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5146</guid>
		<description>Dok, saya berumur 25 tahun. Sebelumnya saya mengalami keputihan seperti susu, lengket, kadang berwarna kuning. Keputihan ini berkurang secara bertahap dengan memakai produk sabun sirih. Akan tetapi saya teliti produk ini membunuh seluruh kuman di daerah vagina termasuk bakteri baik. Oleh karena itu saya beralih pada produk peembersih berbahan dasar susu yang klaimnya mengembalikan kondisi normal vagina. Akan tetapi justru saya mengalami keputihan yang lengket (seperti gel), kekuningan tetapi tidak berbau dan tidak terasa gatal. Apakah saya mengalami masalah serius? Bagaimana cara mengatasinya Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dok, saya berumur 25 tahun. Sebelumnya saya mengalami keputihan seperti susu, lengket, kadang berwarna kuning. Keputihan ini berkurang secara bertahap dengan memakai produk sabun sirih. Akan tetapi saya teliti produk ini membunuh seluruh kuman di daerah vagina termasuk bakteri baik. Oleh karena itu saya beralih pada produk peembersih berbahan dasar susu yang klaimnya mengembalikan kondisi normal vagina. Akan tetapi justru saya mengalami keputihan yang lengket (seperti gel), kekuningan tetapi tidak berbau dan tidak terasa gatal. Apakah saya mengalami masalah serius? Bagaimana cara mengatasinya Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lan</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5142</link>
		<dc:creator>lan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 13:52:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5142</guid>
		<description>Dok,saya mengalami gatal di sekitar kemaluan.tapi tidak disertai keputihan. rasa gatal saya rasakan sejak melahirkan (juni 2008). saya kadang memakai salep hidrikortison 1%, lactacyd dan air hangat tapi rasa gatal itu tidak berkurang. apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya? terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dok,saya mengalami gatal di sekitar kemaluan.tapi tidak disertai keputihan. rasa gatal saya rasakan sejak melahirkan (juni 2008). saya kadang memakai salep hidrikortison 1%, lactacyd dan air hangat tapi rasa gatal itu tidak berkurang. apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya? terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: monica</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5131</link>
		<dc:creator>monica</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 15:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5131</guid>
		<description>Dear DR
Saya berumur 24 tahun dan sudah menikah dengan dua orang anak
Saya sudah 11 bulan melahirkan anak ke dua dan sudah 5 bulan memakai spiral untuk KB
Tapi setiap mau berhubungan dengan suami selalu vagina saya sudah basah.
Saya sangat merasa terganggu
Apa penyebabnya dok,dan bagaimana menanggulanginya
Trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear DR<br />
Saya berumur 24 tahun dan sudah menikah dengan dua orang anak<br />
Saya sudah 11 bulan melahirkan anak ke dua dan sudah 5 bulan memakai spiral untuk KB<br />
Tapi setiap mau berhubungan dengan suami selalu vagina saya sudah basah.<br />
Saya sangat merasa terganggu<br />
Apa penyebabnya dok,dan bagaimana menanggulanginya<br />
Trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dokter monte</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/22/keputihan-apakah-normal/#comment-5112</link>
		<dc:creator>dokter monte</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 17:01:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=82#comment-5112</guid>
		<description>dokter monte
www.doktermonte.co.cc
workstation PKU Muhammadiyah Gombong Hospital

Saya ingin menambahkan beberapa keterangan terkait masalah Keputihan. Mudah-mudahan bermanfaat.

Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal didalam vagina dan disekitar bibir kemaluan bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Gejala keputihan

1.	Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.
2.	Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.

Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar. Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri. Gadis muda terkadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.

Banyak wanita mengeluhakan keputihan. Sangat tidak nyaman. Gatal, berbau, bahkan terkadang perih. Usut punya usut, ternyata itu berkait dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu penyebab keputihan adalah masalah kebersihan di sekitar organ intim.

Penyebab keputihan

Dengan memperhatikan cairan yang keluar, terkadang dapat diketahui penyebab keputihan.
1.	Infeksi Gonore, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
2.	Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.
3.	Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.

Umumnya wanita sangat peduli dengan kebersihan, terutama yang berhubungan dengan penampilan. Setiap hari tidak lupa mandi dan selalu telaten menyingkirkan sisa-sisa make up dari wajah. Tapi, bila ditanya apakah setelaten itu pula kaum Hawa menjaga kebersihan organ kewanitaannya? Harus kita akui tidak semua wanita melakukannya. Contoh, entah berapa banyak wanita yang tidak mengeringkan bagian organ intimnya seusai buang air kecil. Usai dibasuh langsung mengenakan celana dalam. Alhasil celana ikut basah, akibatnya vagina “terperangkap” dalam suasana lembab.

Organ intim wanita, seperti vagina sangat sensitif dengan kondisi lingkungan. Karena letaknya tersembunyi dan tertutup, vagina memerlukan suasana kering. Kondisi lembab akan mengundang berkembanbiaknya jamur dan bakteri pathogen. Inilah salah satu penyebab keputihan.

Bila ingin terhindar dari keputihan, Anda mesti menjaga kebersihan daerah sensitif itu. Kebersihan organ kewanitaan hendaknya sejak bangun tidur dan mandi pagi. Bagaimana caranya?

Berikut Tip yang dapat dilakukan:

1.	Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina. Salah satunya produk pembersih yang terbuat dari bahan dasar susu. Produk seperti ini mampu menjaga seimbangan pH sekaligus meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan pertumbuhan bakteri yang tak bersahabat. Sabun antiseptik biasa umumnya bersifat keras dan dapat flora normal di vagina. Ini tidak menguntungkan bagi kesehatan vagina dalam jangka panjang.
2.	Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina harum dan kering sepanjang hari. Bedak memiliki partikel-partikel halus yang mudah terselip disana-sini dan akhirnya mengundang jamur dan bakteri bersarang di tempat itu.
3.	Selalu keringkan bagian vagina sebelum berpakaian.
4.	Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya basah atau lembab, usahakan cepat mengganti dengan yang bersih dan belum dipakai. Tak ada salahnya Anda membawa cadangan celana dalam tas kecil untuk berjaga-jaga manakala perlu menggantinya.
5.	Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat, seperti katun. Celana dari bahan satin atau bahan sintetik lain membuat suasana disekitar organ intim panas dan lembab.
6.	Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena pori-porinya sangat rapat. Pilihlah seperti rok atau celana bahan non-jeans agar sirkulasi udara di sekitar organ intim bergerak leluasa.
7.	Ketika haid, sering-seringlah berganti pembalut
8.	Gunakan panty liner disaat perlu saja. Jangan terlalu lama. Misalkan saat bepergian ke luar rumah dan lepaskan sekembalinya Anda dirumah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dokter monte<br />
<a href="http://www.doktermonte.co.cc" rel="nofollow">http://www.doktermonte.co.cc</a><br />
workstation PKU Muhammadiyah Gombong Hospital</p>
<p>Saya ingin menambahkan beberapa keterangan terkait masalah Keputihan. Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal didalam vagina dan disekitar bibir kemaluan bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.</p>
<p>Gejala keputihan</p>
<p>1.	Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu.<br />
2.	Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.</p>
<p>Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar. Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri. Gadis muda terkadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.</p>
<p>Banyak wanita mengeluhakan keputihan. Sangat tidak nyaman. Gatal, berbau, bahkan terkadang perih. Usut punya usut, ternyata itu berkait dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu penyebab keputihan adalah masalah kebersihan di sekitar organ intim.</p>
<p>Penyebab keputihan</p>
<p>Dengan memperhatikan cairan yang keluar, terkadang dapat diketahui penyebab keputihan.<br />
1.	Infeksi Gonore, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.<br />
2.	Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.<br />
3.	Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.</p>
<p>Umumnya wanita sangat peduli dengan kebersihan, terutama yang berhubungan dengan penampilan. Setiap hari tidak lupa mandi dan selalu telaten menyingkirkan sisa-sisa make up dari wajah. Tapi, bila ditanya apakah setelaten itu pula kaum Hawa menjaga kebersihan organ kewanitaannya? Harus kita akui tidak semua wanita melakukannya. Contoh, entah berapa banyak wanita yang tidak mengeringkan bagian organ intimnya seusai buang air kecil. Usai dibasuh langsung mengenakan celana dalam. Alhasil celana ikut basah, akibatnya vagina “terperangkap” dalam suasana lembab.</p>
<p>Organ intim wanita, seperti vagina sangat sensitif dengan kondisi lingkungan. Karena letaknya tersembunyi dan tertutup, vagina memerlukan suasana kering. Kondisi lembab akan mengundang berkembanbiaknya jamur dan bakteri pathogen. Inilah salah satu penyebab keputihan.</p>
<p>Bila ingin terhindar dari keputihan, Anda mesti menjaga kebersihan daerah sensitif itu. Kebersihan organ kewanitaan hendaknya sejak bangun tidur dan mandi pagi. Bagaimana caranya?</p>
<p>Berikut Tip yang dapat dilakukan:</p>
<p>1.	Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina. Salah satunya produk pembersih yang terbuat dari bahan dasar susu. Produk seperti ini mampu menjaga seimbangan pH sekaligus meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan pertumbuhan bakteri yang tak bersahabat. Sabun antiseptik biasa umumnya bersifat keras dan dapat flora normal di vagina. Ini tidak menguntungkan bagi kesehatan vagina dalam jangka panjang.<br />
2.	Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina harum dan kering sepanjang hari. Bedak memiliki partikel-partikel halus yang mudah terselip disana-sini dan akhirnya mengundang jamur dan bakteri bersarang di tempat itu.<br />
3.	Selalu keringkan bagian vagina sebelum berpakaian.<br />
4.	Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya basah atau lembab, usahakan cepat mengganti dengan yang bersih dan belum dipakai. Tak ada salahnya Anda membawa cadangan celana dalam tas kecil untuk berjaga-jaga manakala perlu menggantinya.<br />
5.	Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat, seperti katun. Celana dari bahan satin atau bahan sintetik lain membuat suasana disekitar organ intim panas dan lembab.<br />
6.	Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena pori-porinya sangat rapat. Pilihlah seperti rok atau celana bahan non-jeans agar sirkulasi udara di sekitar organ intim bergerak leluasa.<br />
7.	Ketika haid, sering-seringlah berganti pembalut<br />
8.	Gunakan panty liner disaat perlu saja. Jangan terlalu lama. Misalkan saat bepergian ke luar rumah dan lepaskan sekembalinya Anda dirumah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
