Semua Tentang Hepatitis

Semua Tentang Hepatitis

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati

HEPATITIS
Istilah “Hepatitis” dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).

Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.

Hepatitis B
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.

Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

Hepatitis E
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.

Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.

Mencegah Kanker Hati
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.

Dokter Sehat

VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.3_1051]
Rating: 0 (from 0 votes)



Artikel Sejenis

20 Comments »

« Previous12Next »
  1. avatar comment-top

    dok mo nanya pengaru apa yang mejebabkan kita
    sering kencing tengah malam berulang ulang
    dan solusinya apa?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    saya dulu penderita hepatitis B. pada usia say pas 9 tahub sekarang saya sudah 22 tahun yang saya mau tangyakan apakah saya sudah benar-benar bersih dari penyakit ini.makasih sebelumnya

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    [...] 12 Comments » [...]

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar comment-top

    [...] 12 Comments » [...]

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  5. avatar comment-top

    [...] Artikel yang saya pilih berasal dari Info Penyakit danDokter Sehat. Silahkan lihat disini [...]

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    Maaf mau nanya, kalau ibu yg terinfeksi Hep B reaktif baiknya bayinya gimana? apakah harus vaksin untuk pencegahan atau langsung pengobatan, dan apa fungsi dari BYHEP.
    TKS, Wassalam

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  7. avatar
    dr Ronald Iskandar Says:
    December 22nd, 2009 at 9:07 am
    comment-top

    @Ruslan Pinrang – jika ibu menderta hep b, biasanya pada bayi akan diperiksa dahulu HbSAg nya, jika negatof maka akan diberikan vaksin segera mungkin, fungsi bayhep hampir sama dengan vaksin, hanya saja dalam bentuk “senjata” yg sudah jadi sehingga harganya jauh lebih mahal daripada vaksin, thx..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  8. avatar
    fathur rozi Says:
    March 2nd, 2010 at 4:57 pm
    comment-top

    SUARA MERDEKA
    Minggu, 06 Mei 2007 SEMARANG

    Penularan Hepatitis Dominan melalui Darah

    SEMARANG – Pendapat bahwa penularan penyakit Hepatitis B bisa melalui air liur maupun bekas perangkat dan minum adalah salah. Justru faktor utama penularan penyakit yang menyerang pada fungsi hati itu, lebih melalui darah.

    ”Kalau melalui hubungan seks dengan penderita, kecil kemungkinan tertular atau sekitar 0,5%,” kata Dr dokter Rino Alvani Gani SpPD KGEH dari RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam Seminar Fakta Baru tentang Virus Hepatitis B di Indonesia (HBV Facts Indonesia Snapshot), di Thamrin Square yang diselenggarakan Klinik CITO, Sabtu (5/5).

    Pembicara lainnya dokter Osman Sianipar DMM MSc SpPK (K) dari RSUP dr Sardjito Yogyakarta.

    Seminar diadakan dalam launching penghargaan internasional sertifikat ISO 9001:2000 dari lembaga sertifikasi TUV NORD Indonesia.

    Menurut Rino, virus Hepatitis B sekarang ini bermutan sangat cepat. Penularan virus itu terbagi bisa karena tertular dari ibu saat dalam kandungan atau setelah persalinan.

    Namun, ada pula karena transfusi darah, tindik telinga, tusuk jarum, penggunaan pisau cukur, dan sikat gigi secara bersama-sama.

    Bentuk virus ini lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Hepatitis merupakan sebuah proses peradangan pada jaringan hati. Orang lebih mengenal hepatitis dengan istilah lever atau sakit kuning.

    ”Pengertian lever sebenarnya organ hati, bukan penyakit hati. Nama itu berasal dari Belanda. Kalau sakit kuning dapat menimbulkan kerancuan, karena tidak semua sakit kuning adalah penyakit radang hati, tetapi dapat juga karena ada peradangan pada kantung empedu,” jelas Rino.

    Sementara Osman mengatakan, penyakit ini bisa dicegah melalui pemberian vaksin. Bagi pasangan yang akan menikah, pemberian sebuah kekebalan tubuh itu untuk menghambat penularan virus.

    ”Jadi, wajib hukumnya pemberian vaksin bagi pasangan suami-istri. Apalagi, bila salah satunya penderita Hepatitis B. Jadi, tidak perlu takut,” kata dia.

    Direktur Klinik CITO dokter Dyah Anggraeni MKes SpPK mengatakan, pihaknya pada 2007 ini akan mulai merambah DKI, Jabar, dan Jatim. Dengan mendapatkan ISO 9001:2000, maka pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan. ”Sertifikat ini kali pertama yang kami terima. Segala pelayanan dari penerimaan tamu sampai pemeriksaan laboratorium yang akurat dan presisi, akan kami tingkatkan,” kata dia usai menerima sertifikasi. (H37-37)

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  9. avatar
    Dokter Sehat Says:
    March 3rd, 2010 at 1:14 am
    comment-top

    Terimakasih saudara Rozi sudah kami cantumkan ke dalam artikel kami.
    http://doktersehat.com/2010/03/03/penularan-hepatitis-dominan-melalui-darah/

    Salam

    Team DokterSehat

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  10. avatar comment-top

    Dok, hasil pemeriksaan pd ayah saya :
    Total Bilirubin : 109 umol/L
    ALT : 40 U/L
    AST : 155 U/L
    ALP : 282 U/L
    Gamma GT : 178 U/L
    Rhematoid Factor : 51.4 IU/mL
    AFP : >3340 ng/mL
    CEA : 4.6 ng/mL
    CA 125 : 663.9 U/mL
    CA 15-3 : 58 U/mL
    CA 19-9 : 38 U/mL
    HbsAg B : Non Reactive
    Anti HCV C : Non Reactive
    TSH : 2.5 uIU/mL
    T3 : 0.55 nmol/L
    FT4 : 14.2 pmol/L
    Analisa dokter gastroenterology : Ayah mengidap Sirosis, terdapat juga tumor di hati. Tapi tidak mengidap hepatitis B atau C.
    Pertanyaan saya :
    1. Factor apa saja yang menyebabkan terjadinya sirosis pada hati? Kok sirosis bisa timbul tanpa terjadi hepatitis lebih dulu?
    2. Dapatkah sirosis disembuhkan?
    3. Adakah obat2an selain Falkamin (susu), Legalon 140, dan spironolactone yang lebih baik untuk penyakit sirosis dan menghambat tumor?
    4. Akhir2 ini, kondisi ayah sangat lemah & sering mimisan (keluar darah dari hidung, bukan muntah darah). Apakah ada hubungan dengan penyakit tsb?
    Terima kasih Dokter.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
« Previous12Next »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

Improve the web with Nofollow Reciprocity.