Mengenal Autis dan Ciri – ciri nya

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati

Banyak sekali definisi yang beredar tentang Autis. Tetapi secara garis besar, Autis, adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Pada anak-anak biasa disebut dengan Autis Infantil. Schizophrenia juga merupakan gangguan yang membuat seseorang menarik diri dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri: berbicara, tertawa, menangis, dan marah-marah sendiri.

Tetapi, ada perbedaan yang jelas antara penyebab dari Autis pada penderita Schizophrenia dan penyandang Autis Infantil. Schizophrenia disebabkan oleh proses regresi karena penyakit jiwa, sedangkan pada anak-anak penyandang Autis Infantil terdapat kegagalan perkembangan.

Gejala Autis Infantil timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak, gejala-gejala itu sudah ada sejak lahir. Seorang ibu yang sangat cermat memantau perkembangan anaknya sudah akan melihat beberapa keganjilan sebelum anaknya mencapai usia 1 tahun. Yang sangat menonjol adalah tidak adanya atau sangat kurangnya tatap mata.

Untuk memeriksa apakah seorang anak menderita autis atau tidak,digunakan standar internasional tentang autis. ICD-10 (InternationalClassification of Diseases) 1993 dan DSM-IV (Diagnostic andStatistical Manual) 1994 merumuskan kriteria diagnosis untuk Autis Infantil yang isinya sama, yang saat ini dipakai di seluruh dunia.

Kriteria tersebut adalah:

Untuk hasil diagnosa, diperlukan total 6 gejala (atau lebih) dari
no. (1), (2), dan (3), termasuk setidaknya 2 gejala dari no. (1) dan
masing-masing 1 gejala dari no. (2) dan (3).

  1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik.
  • Minimal harus ada dua dari gejala-gejala di bawah ini:Tak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai:
    kontak mata sangat kurang, ekspresi muka kurang hidup, gerak-
    gerik kurang tertuju.
  • Tidak bisa bermain dengan teman sebaya. – Tak ada empati (tak dapat merasakan apa yang dirasakan orang
    lain).
  • Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional yang
    timbal balik.

2. Gangguan kualitatif dalam bidang komunikasi. Minimal harus adasatu dari gejala-gejala di bawah ini:

  • Perkembangan bicara terlambat atau sama sekali tak berkembang.Anak tidak berusaha untuk berkomunikasi secara non-verbal. Bila anak bisa bicara, maka bicaranya tidak dipakai untuk berkomunikasi.
  • Sering menggunakan bahasa yang aneh dan diulang-ulang.
  • Cara bermain kurang variatif, kurang imajinatif, dan kurang dapat meniru.

3. Adanya suatu pola yang dipertahankan dan diulang-ulang dalam perilaku, minat, dan kegiatan. Minimal harus ada satu dari gejala di bawah ini:

  • Mempertahankan satu minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan.
  • Terpaku pada suatu kegiatan yang ritualistik atau rutinitas yang tidak ada gunanya.
  • Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan diulang-ulang.
  • Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian benda.

Sebelum umur 3 tahun tampak adanya keterlambatan atau gangguan dalam
bidang:

a. interaksi sosial,
b. bicara dan berbahasa,
c. cara bermain yang monoton, kurang variatif.

Autis bukan disebabkan oleh Sindroma Rett atau Gangguan
Disintegratif Masa Kanak. Namun, kemungkinan kesalahan diagnosis
selalu ada, terutama pada autis ringan. Hal ini biasanya disebabkan
karena adanya gangguan atau penyakit lain yang menyertai gangguan
autis yang ada, seperti retardasi mental yang berat atau
hiperaktivitas.

Autis memiliki kemungkinan untuk dapat disembuhkan, tergantung dari
berat tidaknya gangguan yang ada. Berdasarkan kabar terakhir, di
Indonesia ada 2 penyandang autis yang berhasil disembuhkan, dan kini
dapat hidup dengan normal dan berprestasi. Di Amerika, dimana
penyandang autis ditangani secara lebih serius, persentase
kesembuhannya lebih besar.

Bila Anda membutuhkan informasi yang lebih detail tentang autis,
silakan menghubungi alamat di bawah ini:

- Pusat Pelayanan Gangguan Perkembangan Anak Fakultas Psikologi
(P2GPA) Unika Soegijapranata Jl. Imam Bonjol 186 A, Semarang 50132
Telp. (024) 554613

- Perkumpulan Orangtua Pembina Anak Autistik (POPAA)
Jl. Erlangga Tengah III/34, Semarang
Telp. (024) 313083

- Yayasan Autisma Indonesia
Jl. Buncit Raya No. 55, Jakarta Pusat
Telp. (021) 7971945 – 7991355

Sumber diambil dari:

Kumpulan Artikel Psikologi yang terdapat di Situs Angelfire

http://www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Mengenal%20Autisme

Dokter Sehat

VN:F [1.9.3_1094]
Rating: 2.5/10 (4 votes cast)
VN:F [1.9.3_1094]
Rating: +3 (from 3 votes)
Mengenal Autis dan Ciri - ciri nya, 2.5 out of 10 based on 4 ratings



Artikel Sejenis

34 Comments »

  1. avatar
    Anonymous Says:
    June 30th, 2010 at 10:42 am
    comment-top

    doc, anak saya seminggu lagi 14 bulan. blm bisa jalan, tp merangkak, berdiri, naik & turun dari ketinggian +-20cm dah lancar bgt. blm bisa ngomong, cm bisa ngoceh ‘babababa’ ato ‘jijiji’. jarang bereaksi kalo dipanggil namanya, tp kalo bunyi2an lain (misal: ketukan pintu dg assalamualaikum, ato decakan) baru bereaksi, menoleh, mencari arah suara dan senyum. aktif, merangkak kesana kemari. kadang2 kalo ada musik, mengangguk2 kepala. menurut dokter gmana? apakah itu termasuk ciri2 autisme ato cuman terlambat perkembangannya? mohon penjelasannya. terimakasih.
    informasi tambahan: anak saya mulai bisa tengkurap umur 6-7 bln, duduk 9 bln, berdiri 11bln.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    dok .. saya mau tanya, saya punya adik laki-laki berumur 3-4 tahun..
    kekurangannya antara lain :
    1. suka makan makanan punya orang lain.
    2. tidak pernah menatap lawan bicara.
    3. badungnya bukan main, gak bisa diem.
    4. blom bisa berbicara..(bisa juga manggil namanya sendiri)aja.
    5. suka ngutak-ngutik burungnya sendiri.
    6. suka dengan benda yang berputar seperti kipas angin dan roda.
    7. klo marah sama orang, digencet pundak orang pake dagunya.
    8. tangannya suka gerak”.
    9. dia takut sama gelap.
    10. ngga pernah mau main dengan teman sebayanya.
    11. dan sering kali mengulangi hal” yang sama seperti bolak-balik kamar ke dapur balik lagi kekamar gak ada 3 detik dah cabut lagi ke dapur trus aja tuh bolak balik kaya gak ada capenya tuh anak, cuma bisa lihat dia tenang pada saat dia tidur aja nih.
    12. suka ketawa sendiri, dan suka seperti kebingungan lirik sana lirik sini tapi tidak lihat orang.
    dan, kelebihannya antara lain :
    1. daya ingatnya tajam banget.
    2. ke wc bisa sendiri, ambil minum sendiri.
    3. makannya banyak banget.
    4. klo disuruh cium kakaknya bisa.
    5. klo dikasih tau sama mama saya bisa denger, dan tuh anak kelihatannya ngerti..
    dan hal yang lainnya :
    pada saat dirumah sakit lagi periksa mata mama saya, saya ajak jalan adik saya dan tiba” saya tidak ingat jalan kembalinya tapi tuh anak malah inget banget jalannya. dan jika pergi sama mama saya dia pasti ngga mau ada yang ketinggalan dirumah, maksudnya kakaknya semua harus ikut klo gak dia balik lagi ke rumah. mesti diomelin dlu baru takut. dan tipenya suka ngeledek.. saya waktu itu pegang sapu lidi apabila dia badung saya mau sabet tapi hanya menakutinya saja pukul mah ngga.. tapi dia pintar jalan pelan” bgitu lagi dekat saya tapi bgitu dah lewat dikit buset dah larinya cepet banget.dan adik saya ini juara 1 lomba lari di sekolahnya.. sekolahnya juga yang sekolah luar biasa dok.. itu penyakit autis atau bukan yach soalnya yang di kriteriakan dari anak autis itu ada samanya tapi ada yang ngga samanya juga pak ..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar
    Dr. Ronald Iskandar Says:
    July 26th, 2010 at 6:48 am
    comment-top

    @Anonymous – sepertinya hal itu bukanlah autis, untuk lebih jelasnya anda dapat berkonsultasi dgn dokter anak terdekat..thx

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar
    Dr. Ronald Iskandar Says:
    July 26th, 2010 at 6:51 am
    comment-top

    @heri – ya memang ada beberapa gejala yg mengarah ke autis, untuk lebin jelasnya dapat memeriksakan ke dokter anak atau psikiater terdekat..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL




Leave a comment

Connect with Facebook

Improve the web with Nofollow Reciprocity.