LUPUS – Apa itu Penyakit LUPUS ??

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati

Penyakit LUPUS adalah penyakit baru yang mematikan setara dengan kanker. Tidak sedikit pengindap penyakit ini tidak tertolong lagi, di dunia terdeteksi penyandang penyakit Lupus mencapai 5 juta orang, lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya.

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:

  1. Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
  2. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
  3. Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  4. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
  5. Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan

Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran Unpad/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.

“Penyakit ini dapat mengenai semua lapisan masyarakat, 1-5 orang di antara 100.000 penduduk, bersifat genetik, dapat diturunkan. Wanita lebih sering 6-10 kali daripada pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Bangsa Afrika dan Asia lebih rentan dibandingkan kulit putih. Dan tentu saja, keluarga Odapus. Timbulnya penyakit ini karena adanya faktor kepekaan dan faktor pencetus yaitu adanya infeksi, pemakaian obat-obatan, terkena paparan sinar matahari, pemakaian pil KB, dan stres,” ujarnya. Penyakit ini justru kebanyakaan diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun sekalipun ada juga pria yang mengalaminya. Oleh karena itu dianggap diduga penyakit ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Pada kehamilan dari perempuan yang menderita lupus, sering diduga berkaitan dengan kehamilan yang menyebabkan abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir. Tetapi hal yang berkebalikan juga mungkin atau bahkan memperburuk geja LUPUS. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu hamil atau setelah melahirkan.

Tubuh memiliki kekebalan untuk menyerang penyakit dan menjaga tetap sehat. Namun, dalam penyakit ini kekebalan tubuh justru menyerang organ tubuh yang sehat. Penyakit Lupus diduga berkaitan dengan sistem imunologi yang berlebih. Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas . Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :

Pertama, antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.

Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.

Kesembuhan total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Dokter Sehat




Artikel Sejenis

239 komentar | beri komentar

  1. avatar
    dewi permatasari Says:
    August 21st, 2010 at 1:05 am
    comment-top

    dok, apakah peenyakit lupus bisa menular? dan penularanya melalui apa?

    thank’s

    Komentar yang Sangat Berguna. Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 12 Thumb down 7

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    Laki-laki knp bisa terserang juga?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  3. avatar comment-top

    Penyakit lupus bisa disembuhkan, buktinya ada yg sembuh dan ada yg gagal. yg penting jangan terlambat berobat. Sebetulnya banyak penyakit dan nama namanya, namun semua itu dapat diringkas menjadi satu nama yaitu; sel tubuh sudah tidak bisa bekerja sebagai mana mestinya. mengapa?! sama halnya seperti manusia kita semua, seumpama karyawan kita tidak diberi gaji dgn semestinya atau bahkan tidak diberi gaji yg cukup tapi kita mengharapkan mereka bisa bekerja secara optimal, mungkinkah itu?! Bayangkan satu manusia ukuran org saia itu jumlah selnya sekitar enampuluh ribu trilyun bagai mana…?!

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 4 Thumb down 0

    comment-bottom
  4. avatar
    Dr. Ronald Iskandar Says:
    August 23rd, 2010 at 1:06 pm
    comment-top

    @dewi permatasari – lupus tidak menular..thx

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  5. avatar
    Richard Zega Says:
    August 23rd, 2010 at 10:35 pm
    comment-top

    Dok..?
    Saya punya pertanyaan
    1. Apakah penyakit lupus bisa menyerang anak-anak? Jelaskan
    2. Apakah penyakit lupus bisa sembuh total?
    3. Bagaimana cara mencegah, menanggulangi dan pengobatan apa saja saat penyakit lupus tersebut manyerang manusia?
    Dijawab ya dok..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

    comment-bottom
  6. avatar comment-top

    DOK APAKAH BNR PENYKIT LUPUS BISA MENYEBABKAN MENINGGAL DUNIA BAGI PENDERITA PENYAKIT LUPUS….??????

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  7. avatar comment-top

    ass..
    saya mau nanya apakah lupus itu ada obat nya dan apakan bisa sembuh?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  8. avatar comment-top

    penyakit lupus bisa disembuhkan asal mau berobat secara teratur@setiady -

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom
  9. avatar comment-top

    dok…
    gimana cara penyenbuhan penykit lupus dan apa obatnya..???..
    apakah bisa dsembuhkan secara total dan bisa hidup sehat..??..
    mohon jelaskan..

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar

Improve the web with Nofollow Reciprocity.