10 Tanda Tubuh Anda Kekurangan Cairan (1)

DokterSehat.Com – Dua pertiga berat tubuh kita terdiri dari air. Kita mendapatkan air dari asupan makanan dan minuman. Ia berperan dalam proses pengaturan suhu tubuh, keseimbangan cairan, dan lain-lain. Air merupakan komponen penting yang menyusun sel-sel di seluruh tubuh kita.

doktersehat-dehidrasi-keringat

Setiap hari kita kehilangan cairan yang menguap bersama dengan udara yang kita hela saat bernapas, keringat, urin, dan tinja. Keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan secara berlebih disebut dehidrasi. Tubuh dapat kekurangan cairan karena berbagai hal, misalnya:

  • Demam, paparan panas, dan olahraga berlebihan
  • Muntah, diare, dan sering kencing karena infeksi
  • Kekurangan asupan makanan dan minuman
  • Luka bakar sehingga terjadi penguapan pada tubuh secara berlebihan

Dehidrasi yang berkepanjangan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. Sebagian orang kesulitan untuk mengenali bahwa dirinya mengalami dehidrasi dan membutuhkan asupan air lebih banyak. Berikut ini tanda bahwa tubuh Anda mengalami dehidrasi:

  1. Nyeri kepala dan pusing

Nyeri kepala dan pusing seringkali merupakan tanda bahwa tubuh kekurangan cairan. Kurangnya kadar air dalam tubuh menyebabkan berkurangnya jumlah cairan di otak dan dapat memicu nyeri kepala, seperti migren. Dehidrasi juga mengurangi aliran oksigen dan darah ke otak. Bila Anda mengalami ini, sebelum minum obat pereda nyeri kepala, ada baiknya Anda minum segelas air putih. Bila memang penyebab nyeri kepala yang Anda alami karena kekurangan cairan, rasa tersebut akan segera hilang.

  1. Bau mulut dan mulut kering

Bau mulut merupakan tanda lain dari tubuh yang kekurangan cairan. Kurangnya cairan tubuh, menyebabkan produksi saliva berkurang. Padahal, saliva mengandung zat-zat yeng berfungsi membunuh kuman. Akibatnya kuman tumbuh lebih cepat di dalam mulut dan menyebabkan bau mulut. Selain itu, mulut pun menjadi kering karena kurangnya cairan yang melapisi mukosa mulut.

  1. Urin berkurang dan berwarna pekat
Baca Juga:  Menyembuhkan Penyakit Kanker

Mungkin Anda telah menyadari ini, ketika Anda minum dalam jumlah sedikit, kencing Anda hanya sedikit dan warnanya menjadi pekat. Umumnya orang kencing empat hingga tujuh kali sehari untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Warna urin normalnya adalah kuning terang, sedangkan urin berwarna kecoklatan atau gelap menandakan Anda butuh lebih banyak minum.

  1. Konstipasi dan gangguan pencernaan lain

Air membantu melubrikasi sistem pencernaan agar selalu bersih dan gerak usus selalu baik untuk mencegah konstipasi. Kekurangan cairan berlebih akibat diare atau muntah dapat mengeraskan kotoran dan menyebabkan konstipasi. Selain itu juga dapat menyebabkan rasa nyeri di ulu hati dan gangguan pencernaan lain.

  1. Kelaparan

Penahkah Anda merasa tiba-tiba sangat lapar padahal belum tiba waktunya makan? Bila Anda mengalami ini, segeralah minum segelas air sebelum mengambil makanan. Ketika dehidrasi, tubuh dapat mengirimkan sinyal yang salah ke otak sehingga diasumsikan sebagai rasa lapar, padahal tubuh Anda merasa haus.

Keinginan untuk makan makanan asin juga dapat terjadi akibat tubuh kekurangan cairan dan elektrolit. Minumlah minuman pengganti elektrolit atau Anda bisa membuatnya dengan mencampur segelas jus lemon dengan satu sendok teh garam.

Sedangkan keinginan terhadap sesuat yang manis, mungkin dipengaruhi tubuh yang kesulitan memproduksi glikogen. Pada kasus seperti ini, buah-buahan yang manis dan mengandung banyak air, seperti semangka dan pepaya, mungkin bisa membantu.