10 Penyebab Sakit Kepala Tak Terduga

DokterSehat.Com – Setiap tahun, sekitar 90 persen populasi global menderita sedikitnya satu kali sakit kepala, mulai dari yang ringan hingga yang kronik. WHO bahkan menyebutkan sakit kepala merupakan penyakit yang paling jarang terdiagnosa dan tidak ditangani.

doktersehat-migrain-wanita-sakit-kepala-kekurangan-vitamin-aneurisma

Sekitar 40 persen penderita sakit kepala menderita nyeri kepala berat, berulang, atau tak terhanankan. Penyebab nyeri kepala sendiri sangat banyak, namun yang paling sering adalah karena stres dan hidung tersumbat. Meski begitu ada beberapa penyebab nyeri kepala yang jarang diduga. Apa saja?

1. Film 3D dan televisi
Film dan televisi yang memiliki teknologi tiga dimensi (3D) kini sedang digemari. Padahal, gambar-gambar dalam film tersebut bisa menyebabkan ketegangan pada mata dan memicu sakit kepala.

“Ilusi yang kita lihat pada film 3D tidak dikalibrasi sama di otak seperti halnya yang dilihat mata. Akibatnya otak bekerja lebih keras dan hal ini pada sebagian orang akan menyebabkan nyeri kepala,” kata Dr.Deborah Friedman, ahli mata dari University of Rochester Medical Center, New York, AS.

2. Mengunyah permen Mengunyah permen dalam waktu lama akan menyebabkan tekanan pada sendi dan otot pada pertemuan tulang rahang dengan tengkorak kepala sehingga memicu rasa nyeri kepala. Selain itu, permen yang mengandung pemanis buatan seperti aspartam juga bisa memicu sakit kepala.

3. Polusi elektromagnetik
Apakah pemukiman Anda dekat dengan sumber listrik tegangan tinggi? Ataukah tempat tidur Anda dekat dengan peralatan elektronik seperti televisi, komputer, atau radio? Jika iya, polusi elektromagnetik yang berasal dari benda-benda tersebut bisa menyebabkan nyeri kepala.

4. Obat pereda nyeri
Beberapa jenis obat pereda nyeri alias painkiller bisa menyebabkan nyeri kepala karena mengandung zat-zat kombinasi termasuk kafein. Kebiasaan mengonsumsi pereda nyeri bisa menyebabkan efek kambuh kembali begitu efek obatnya hilang. Karena itu biasakan untuk mengonsumsi pereda nyeri tunggal, seperti aspirin atau ibuprofen.

5. Cuaca
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Neurology menyebutkan cuaca panas dan tekanan udara barometrik yang rendah akan memicu sakit kepala.

Baca Juga:  Makanan Berserat Kaya Manfaat

6. Hubungan seks
Nyeri kepala yang timbul setelah berhubungan seksual bisa disebabkan karena aktivitas seksual itu sendiri atau karena ada kondisi gangguan yang tidak terdeteksi, seperti aneurisme.

7. Diet
Dr. Sunita Tube mengemukakan bahwa ternyata pola makan dan konsumsi makanan tertentu juga dapat memicu sakit kepala. Salah satu penyebab paling umum penyebab sakit kepala saat diet adalah, terjadinya perubahan pola makan dengan mengurangi asupan kalori secara tiba-tiba.

“Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, terutama jika Anda menjalani diet dengan mengurangi atau menghilangkan karbohidrat sepenuhnya. Selain itu, jika Anda melewatkan waktu makan, kondisi ini dapat memicu sakit kepala. Bahkan asupan air yang sangat rendah dapat memicu sakit kepala,” kata Niti Desai, konsultan gizi asal India.

8. Kandungan Tyramine
Tyramine bekerja dengan cara mengurangi kadar serotonin di otak dan mempengaruhi pelebaran pembuluh darah sehingga dapat memicu sakit kepala. Tyramine, salah satu jenis asam amino yang menyebabkan sakit kepala. Tyramine terdapat dalam beberapa makanan tertentu, misalnya anggur merah, keju, coklat, minuman beralkohol, dan daging olahan tertentu.

9. Minuman Beralkohol
Seorang ahli gizi bernama Dr. Dube mengatakan bahwa anggur merah mengandung tyramine. Anggur merah mengandung phytochemical yang disebut fenol, yang mungkin menjadi pemicu utama sakit kepala. Bagi sebagian orang, mengonsumsi alkohol tertentu bisa mengakibatkan migrain. Senyawa lain yang terkandung pada bir, wiski, dan anggur juga dapat menghilangkan kadar serotonin –hormon yang dapat membuat kita menjadi tenang, yang akhirnya dapat memicu migrain.

10. Kopi
Berhati-hatilah bagi Anda yang terbiasa mengonsumsi kopi setiap harinya. Dr. Nupur Krishnan, seorang ahli gizi, berkata bahwa kopi adalah zat adiktif ringan dan dapat meningkatkan kewaspadaan mental dan konsentrasi. Berhenti minum kopi dengan tiba-tiba juga dapat menyebabkan sakit kepala, mudah marah, dan gejala lainnya.