1 dari 5 Warga Indonesia Memiliki Resiko Terkena Anemia

DokterSehat.Com – Sebuah data yang dirilis oleh Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia pada tahun 2013 kemarin menunjukkan sebuah fakta menyedihkan dimana satu dari lima warga Indonesia ternyata beresiko memiliki terkena anemia. Memang, penyakit yang kerap disebut sebagai kurang darah ini bisa menyerang siapa saja sehingga penderitanya menjadi lebih mudah lemah dan lesu. Namun, sebuah pertanyaan pun muncul, bagaimana bisa ada begitu banyak orang di Indonesia yang beresiko terkena masalah kesehatan ini?

doktersehat-wanita-lelah-anemia-kerja-kantor-depresi-jantung-Amiloidosis

Pakar kesehatan dari Perhimpunan Gizi Medik Indonesia (PGMI) bernama dr. Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK, menyebutkan jika anemia bisa membuat jaringan tubuh penderitanya kekurangan asupan oksigen dengan signifikan sehingga Ia pun akan lebih mudah merasa lelah. Ia juga berkata jika kebiasan pola makan masyarakat Indonesia menjadi pemicu mengapa kita memiliki resiko terkena anemia cukup tinggi. Sebagai contoh, sebagian besar masyarakat tanah air tidak memperhatikan kadar gizi yang seimbang setiap kali mereka makan sehingga pada akhirnya kekurangan asupan zat besi. Selain itu, konsumsi vitamin B12 dan juga asam folat yang ikut berpengaruh pada resiko anemia juga masih kurang baik.

Dr Anie melanjutkan jika masyarakat Indonesia sangat mudah terkena anemia karena cenderung lebih suka mengkonsumsi zat besi dari bahan-bahan nabati, yang biasanya terdapat pada sayuran bayam, kangkung, dan daun singkong. Selain disebabkan karena bahan sayuran ini cenderung berharga murah, bahan makanan ini juga sangat mudah untuk diolah dan digemari cukup banyak orang. Padahal, nutrisi zat besi dari sayuran ini cenderung sulit diserap oleh tubuh jika dibandingkan dengan zat besi yang terdapat dari bahan makanan hewani layaknya daging sapi, daging ayam, ikan, dan juga daging kambing.

Baca Juga:  Beberapa Mitos Tentang Mengendurnya Payudara

Karena alasan inilah, ada baiknya masyarakat Indonesia mulai mengimbangi asupan sayuran yang kaya zat besi dengan produk hewani yang disebutkan di atas agar asupan zat besi harian cukup dan pada akhirnya menurunkan resiko terkena anemia.